You are currently viewing Gelontorkan Rp8,7 Miliar Disperkim Ngawi Bangun Jembatan Iconic Menuju Hutan Kota

Gelontorkan Rp8,7 Miliar Disperkim Ngawi Bangun Jembatan Iconic Menuju Hutan Kota

  • Post author:
  • Post category:Ngawi

Ngawi, Nenemonews – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) membangun jembatan iconic ditengah hutan kota dengan menggelontorkan Anggaran sebesar 9,2 Miliar. Nantinya, dipinggir jembatan itu terdapat khusus jalur pejalan kaki yang bisa cocok untuk berswafoto atau sekadar melintas.

Jembatan yang terletak di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi itu bernilai kontrak Rp8.7 Miliar dengan pemenang tender PT Wahyu Agung Konstruksindo. Rencananya akan dikerjakan selama 180 hari kalender yang dijadwalkan selesai pada Desember mendatang.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Pipit Dwi Herlina mengatakan, jembatan itu dibangun untuk mempermudah pengangkutan sampah menuju Kawasan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Selain itu juga untuk menyongsong wilayah sekitar yang rencananya akan digaungkan untuk kawasan wisata.

Selain mendukung sarana dan prasarana IPLT, jembatan itu juga untuk mendukung rencana pengembangan kawasan strategis di wilayah tersebut. Sebab berbagai rencana pembangunan seperti stadion baru, center sport dan rencana kampus Unesa Surabaya dan lainnya juga disana.

“Prasarana itu diharapkan menunjang peningkatan Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) disekitar selain itu juga wilayah tersebut berpotensi untuk dijadikan kawasan wisata. Makanya kami buat dipinggir jembatan itu ada khusus untuk pejalan kaki yang nantinya masyarakat bisa berjalan atau sekedar untuk foto selfi,” ungkapnya Kamis (26/9/2024).

Selain adanya akses khusus untuk pejalan kaki, keunikan lainnya terdapat pada konstruksi bangunannya. Jika pada umumnya rangka baja beton berbentuk kotak, nantinya di jembatan itu akan dibuat melengkung. Dan juga terdapat besi pembatas yang dipasang di pinggiran jembatan untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jembatan.

“Lengkung rangka baja betonnya agak melengkung, pakai railing dan lampu LED nantinya,” imbuhnya.

Proyek pembangunan Jembatan Ngudal itu mulai dikerjakan sejak 19 Juni lalu. Hingga pekan ke-14 progressnya sudah mencapai 37 persen dari yang di rencanakan 28 persen.

“Karena pekerjaan yang paling berat diproses pembuatan konstruksi baja yang saat ini dikerjakan oleh pihak kontraktor di workshop. Rangka baja struktur proses built up di vendor, Minggu ini struktur rangka mulai datang terus proses erection baru menuju 70%,” tandasnya. (Yan)