Ngawi, Nenemonews (Jatim) – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, melalui Bidang Sumberdaya Manusia Kesehatan Farmasi Makanan dan Alat Kesehatan (SDK) dan Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) kini tengah gencar sosialisasikan dan pelatihan higienis penjamahan makanan dan sanitasi kepada para pelaku usaha kuliner cafe, restoran dan rumah makan.
Penjamahan makanan dan sanitasi adalah standar kesehatan baik dalam hal pemilihan, penyimpanan, pengolahan hingga penyajian bahan makanan serta infrastruktur yang mencakup sanitasi dan keamanan tempat usaha.
Kegiatan sosialisasi penerbitan Sertifikat Layak Higienis Sanitasi (SLHS), bentuk pelatihan kepada para juru masak dan pemilik usaha dalam mengelola usaha kulinernya dengan mengutamakan kesehatan konsumen.
Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Ngawi, Agung Kurniawan menyampaikan, pelatihan dan sosialisasi ini sebagai bagian dari pembinaan kepada pengusaha rumah makan dan para pelaku kuliner.
“Tahapan mereka harus memilih, menyimpan dan mengolah bahan makanan yang tidak membahayakan konsumen, mengedepankan kualitas demi terjaganya kesehatan saat dikonsumsi, itulah tujuan pelatihan dan sosialisasi ini,” kata Agung.
Pada Akhir bulan Maret yang lalu (15/3/2023) sosialisasi dan pelatihan telah diikuti oleh 15 pelaku usaha dari 30 undangan. Hasilnya 9 sertifikat telah diterbitkan oleh Dinas Kesehatan pada bulan Mei.
Penerbitan SLHS menjadi standar pelaku usaha, bahwa makanan atau dagangan kulinernya aman bagi masyarakat. SLHS merupakan, sertifikat kemahiran penjamahan (kecakapan) juru masak yang langsung bersentuhan dengan bahan makanan. Kelayakan infrastruktur tempat usaha dari sanitasi, rekomendasi dari dinas kesehatan.
“Dalam pengelolaan makanan, tenaga yang melakukan (juru masak) tidak boleh dalam keadaan sakit, berikut ruang masak juga harus standar, misalkan kesiagaan alat pemadam kebakaran,” terang Agung.
“SLHS yang dimiliki oleh pelaku usaha masih sebatas himbauan, karena belum ada aturan yang mewajibkan standar itu, selain juga uji lab yang syaratkan biayanya ditanggung pelaku usaha,” tambahnya.
Sosialisasi dan pelatihan tentang higienis penjamahan makanan dan sanitasi ini harus tetap dilakukan agar seimbang dengan pertumbuhan usaha kuliner.
Menjamurnya bisnis kuliner dan rumah makan dampak dari Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui Sistem Online Single Submission (OSS).(Yan)
