Bojonegoro, Nenemonews (Jatim) — Komitmen Pemkab Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat terus menunjukkan hasil positif.
Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya Angka Harapan Hidup (AHH) warga yang menjadi komponen utama dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Berdasarkan data terbaru, IPM Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan dari 72,75 pada tahun 2024 menjadi 73,74 pada tahun 2025 atau meningkat sebesar 0,95 poin.
Kenaikan ini mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sektor kesehatan. Angka Harapan Hidup sebagai komponen pertama dalam IPM juga menunjukkan tren yang menggembirakan.
Pada 2024, AHH Bojonegoro tercatat sebesar 74,91 tahun, lalu meningkat menjadi 75,20 tahun pada 2025. Peningkatan ini menandakan kualitas kesehatan masyarakat Bojonegoro semakin membaik.
Kepala Dinsos, Agus Susetyo Hardiyanto menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan layanan kesehatan dasar yang dilakukan secara konsisten hingga tingkat desa.
“Peningkatan Angka Harapan Hidup ini tidak lepas dari upaya kami memperluas akses layanan kesehatan, memperkuat puskesmas, serta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan merata,” ujarnya, Selasa (13/1/2026) saat dihubungi.
Ia menjelaskan, pemkab juga terus mengoptimalkan berbagai program preventif dan promotif, seperti pemeriksaan kesehatan rutin, penanganan stunting, pengendalian penyakit tidak menular, serta peningkatan layanan ibu dan anak.
Selain itu, keberadaan program jaminan kesehatan yang menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat turut berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas kesehatan warga.
“Dengan jaminan kesehatan, masyarakat tidak ragu untuk memeriksakan diri sejak dini. Ini sangat berpengaruh pada angka kesembuhan dan harapan hidup masyarakat,” tambahnya.
Bupati Wahono, juga menegaskan bahwa peningkatan IPM, khususnya pada indikator kesehatan, merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terlihat dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakat yang semakin sehat, produktif, dan sejahtera,” tegasnya.
Menurutnya, pihak pemkab akan terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk menjaga tren positif ini agar peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dapat terus berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
“Angka Harapan Hidup yang meningkat adalah cerminan keberhasilan bersama. Ini harus kita jaga dan tingkatkan dengan pelayanan yang semakin baik,” pungkasnya. (Agus).
![]()
