You are currently viewing YJI Lampung Perkuat Sinergi Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

YJI Lampung Perkuat Sinergi Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Lampung terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit rujukan, serta berbagai komunitas untuk meningkatkan deteksi dini penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak. Langkah ini diharapkan memastikan anak yang teridentifikasi memiliki kelainan jantung dapat segera memperoleh penanganan dan akses layanan kesehatan yang tepat.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua YJI Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, dalam rangkaian kegiatan Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan 2026 atau CHD Awareness Week di Bandar Lampung. Kegiatan yang berlangsung di sebuah fasilitas kesehatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di puluhan kota di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, anak usia bayi hingga remaja mendapatkan layanan pemeriksaan jantung gratis menggunakan ekokardiografi (USG jantung). Selain pemeriksaan, orang tua dan masyarakat juga diberikan edukasi mengenai gejala serta pentingnya deteksi dini kelainan jantung bawaan.

Menurut Purnama Wulan, salah satu kendala utama penanganan PJB adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda awal penyakit. Banyak kasus tidak terdiagnosis sejak dini karena orang tua belum memahami gejalanya, padahal kelainan tersebut sebenarnya dapat dikenali sejak bayi baru lahir. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang anak untuk tumbuh sehat dan menjalani kehidupan normal.

Program skrining ini juga melibatkan tenaga medis spesialis jantung anak yang memberikan pemeriksaan sekaligus penjelasan langsung kepada orang tua. Penanganan penyakit jantung bawaan, lanjutnya, membutuhkan proses panjang dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Selain aspek medis, YJI juga menyoroti pentingnya dukungan sosial dan psikologis bagi anak penderita PJB. Stigma maupun perundungan dapat memengaruhi kepercayaan diri anak dan proses tumbuh kembangnya, sehingga peran keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi sangat penting.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Lampung, Terrance Ransun, menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan masih menjadi masalah kesehatan serius pada anak. Secara global, diperkirakan sekitar 9–10 bayi dari setiap 1.000 kelahiran hidup mengalami kelainan jantung bawaan. Tantangan utama tidak hanya pada jumlah kasus, tetapi juga pada keterbatasan deteksi dini dan akses layanan kesehatan, terutama di daerah.

Melalui kegiatan skrining tersebut, puluhan anak telah menjalani pemeriksaan dengan rentang usia dari bayi hingga remaja. Program ini bertujuan untuk menemukan kasus sejak awal, meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi PJB, serta membangun sistem rujukan yang efektif untuk penanganan lanjutan.

Sebagai bentuk kepedulian, YJI Lampung juga memberikan bantuan pendampingan kepada pasien dan keluarga. Dukungan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus menegaskan bahwa mereka tidak menghadapi kondisi tersebut sendirian.

Kegiatan turut diisi penyuluhan kesehatan mengenai penyakit jantung bawaan oleh dokter spesialis, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pencegahan, deteksi, dan penanganannya.

Loading