Surabaya, Nenemonews – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan peran perempuan sebagai kekuatan utama dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai penggerak dan pengambil peran aktif dalam berbagai sektor.
Khofifah mengungkapkan bahwa berdasarkan data kependudukan tahun 2025, jumlah penduduk Jawa Timur mencapai 42,08 juta jiwa, dengan persentase perempuan sebesar 50,17 persen. Komposisi ini dinilai sebagai modal sosial yang besar apabila dikelola melalui kebijakan yang inklusif dan berkeadilan gender.
Dari sisi indikator pembangunan, Jawa Timur mencatatkan capaian yang cukup membanggakan. Indeks Pembangunan Gender (IPG) tahun 2024 mencapai angka 93,05, melampaui rata-rata nasional. Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) menunjukkan tren penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan tingkat ketimpangan gender yang relatif rendah.
Partisipasi perempuan di ruang publik pun terus menunjukkan perkembangan. Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif telah menyentuh angka 20 persen, sedangkan tingkat keikutsertaan perempuan dalam angkatan kerja berada di kisaran lebih dari 60 persen. Namun demikian, Khofifah menegaskan bahwa sejumlah tantangan masih harus dihadapi bersama, di antaranya kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan usia dini, serta persoalan stunting.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kebijakan perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak melalui optimalisasi layanan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di seluruh kabupaten dan kota.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Gubernur Khofifah menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia atas dukungannya dalam mendorong pembentukan dan penguatan UPTD PPA di seluruh wilayah Jawa Timur.
Penghargaan ini menjadi penegasan atas keseriusan Pemprov Jatim dalam menghadirkan layanan perlindungan yang cepat, mudah dijangkau, dan berpihak pada kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.
Sementara itu, Menteri PPPA RI Arifah Choiri Fauzi menilai peringatan Hari Ibu sebagai momentum refleksi peran perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menyebut kepemimpinan Khofifah sebagai contoh nyata kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah.
Arifah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanamkan nilai keagamaan, etika, dan budi pekerti sebagai fondasi dalam membangun keluarga yang kuat serta masyarakat yang adil dan berkelanjutan. (agus)
