Bojonegoro, Nenemo (Jatim) – Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah melalui strategi komunikasi massa, Kodim Bojonegoro menyelenggarakan forum silaturahmi dengan insan pers pada Rabu (24/12/2025).
Dalam forum tersebut, Pj. Pasintel, Kapten Infanteri Agus Darso, mengulas peran strategis tugas TNI yang terbingkai dalam Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagai fondasi utama pemeliharaan stabilitas daerah.
Spektrum Tugas Pokok TNI dalam Sistem Pertahanan
Agus menegaskan bahwa dalam konsepsi pertahanan negara, OMP dan OMSP tidak dipahami sebagai dua fungsi yang terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan spektrum pengabdian yang saling menopang.
OMP merepresentasikan kesiapan konvensional TNI dalam menghadapi dan menangkal ancaman militer dari luar, demi menjaga kedaulatan negara.
Adapun OMSP berperan dominan dalam situasi damai, yang diwujudkan melalui kegiatan pendampingan sosial, pencegahan konflik, bantuan kemanusiaan, serta pemantauan dini terhadap dinamika sosial di tengah masyarakat.
“Dalam kerangka komando kewilayahan, OMSP justru menjadi ruang pengabdian yang paling intens. TNI tidak semata hadir sebagai kekuatan pertahanan fisik, tetapi juga berfungsi sebagai penggerak sosial yang menyatu dengan rakyat untuk mencegah konflik sejak tahap paling awal,” ujar Agus Darso.
Dari sudut pandang intelijen, ia menjelaskan bahwa intelijen teritorial kini mengalami pergeseran orientasi.
Perannya tidak lagi terbatas pada pengumpulan informasi, melainkan berkembang pada kemampuan analisis prediktif terhadap perubahan sosial.
“Intelijen di tingkat Kodim diarahkan untuk menjaga stabilitas melalui deteksi dini. Bukan mencari persoalan, melainkan membangun sistem peringatan awal agar potensi masalah tidak tumbuh menjadi ancaman nyata,” tegasnya.
Pendekatan tersebut menempatkan kolaborasi lintas sektor—antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan unsur masyarakat—sebagai lapisan pertahanan non-fisik yang efektif dalam menjaga ketenteraman wilayah.
Media sebagai Pilar Ekosistem Informasi Nasional
Pada bagian akhir pemaparannya, Pasintel menekankan peran strategis media massa dalam mengelola iklim ruang publik.
Di tengah arus disrupsi informasi dan derasnya produksi narasi digital, akurasi, verifikasi, serta keseimbangan pemberitaan menjadi prasyarat penting untuk mencegah bias informasi yang dapat memicu kegelisahan sosial.
Melalui sinergi antara Kodim dan insan pers, diharapkan terbentuk ekosistem informasi yang sehat—di mana OMP berfungsi menjaga daya tangkal negara (deterrence effect), sementara OMSP melalui komunikasi sosial yang adaptif terus merawat harmoni kehidupan bermasyarakat. (Agus)
