Ngawi, Nenemonews (Jatim) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi mencatat, panen tembakau di Ngawi tahun 2023 mencapai 2.500 ton. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 2.000 ton.(24/10/2023)
Kepala DKPP Kabupaten Ngawi Supardi, menyampaikan, kualitas bibit yang baik dan terapkan teknologi budidaya yang tepat juga menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi tembakau tahun ini. DKPP Ngawi telah memberikan bantuan bibit tembakau unggul kepada petani.
“Bibit unggul yang kita berikan memiliki produktivitas yang tinggi dan para petani sudah mulai menerapkan teknologi budidaya tembakau yang tepat, seperti penggunaan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit secara alami,” terang Supardi.
Selain kualitas bibit yang baik, dan penerapan teknologi budidaya yang tepat, Kabid Perkebunan dan Holtikultura DKPP Ngawi, Hendro Budi Suryawan mengatakan, peningkatan produksi tembakau tahun ini disebabkan cuaca yang mendukung.
“Cuaca yang mendukung sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tembakau. Tahun ini, cuaca di Kabupaten Ngawi cukup bersahabat, sehingga tanaman tembakau tumbuh dengan baik,” kata Hendro.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Ngawi, Sojo menyambut baik peningkatan produksi tembakau di Kabupaten Ngawi. Sojo berharap, peningkatan produksi ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.
“Para petani tembakau berharap harga tembakau juga dapat meningkat, sehingga keuntungan yang diperoleh petani juga semakin besar. Musim kemarau panjang tahun 2023 ini hasil tembakau lebih kering dengan warna dan kualitasnya lebih bagus,” kata Sojo.
Sojo berharap, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui DKPP seperti bantuan bibit, pelatihan budidaya tembakau, mesin perajang tembakau dan lainnya bisa berkelanjutan pada tahun selanjutnya, guna peningkatan produktivitas tembakau untuk wilayah Kabupaten Ngawi. (Yan).
![]()
