Ngawi, Nenemonews (Lampung) – Tim Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) monitoring dan evaluasi program Double Track Untuk SMAN Cabang Dinas Pendidikan Provinsi wilayah Madiun. Di SMAN 1 Widodaren Ngawi 10 SMAN lingkup Cabang Madiun menampilkan hasil program Double Track.
SMAN 1 Widodaren Ngawi sudah 3 tahun menjalankan program Double Track, tim monitoring dari ITS evaluasi hasil program bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.(7/8/2023)
M. Zainul Asrori Ketua Tim Program SMA Double Track Propinsi Jawa Timur menyampaikan, SMA pinggiran yang sudah menjalankan program Double Track saat ini siswa-siswinya lebih meningkat dari segi keahlian dan keterampilan sesuai pilihan program, mengurangi potensi pengangguran, membuka lapangan kerja.
“Siswa SMA pinggiran yang mengambil program Double Track semakin meningkat keahliannya dan keterampilan, program ini juga mengurangi potensi pengangguran. Ada 7 bidang keterampilan yang bisa menarik minat serta bakat siswa yang tidak melanjutkan jenjang sekolah agar bisa langsung kerja,” kata M. Zainul Asrori.
Ketua Tim Program SMA Double Track Provinsi Jawa Timur yang tahun ini juga ditunjuk UNICEP sebagai Program Director Digital Skill menambahkan, “Program Double Track ini yang pertama di Indonesia dan sudah berjalan 5 tahun, UNICEP tertarik dan menambahkan Digital Skill UNICEP ITS untuk program ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sugiyo Kepala Sekolah SMAN 1 Widodaren Ngawi memberikan keterangan, berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi dengan program Double Track Sekolah bisa menyiapkan, memotivasi siswa dalam peningkatan keterampilan.
Siswa SMA di siapkan untuk meneruskan ke jenjang kuliah, namun kenyataan di lapangan 60 persen tidak melanjutkan. Program Double Track ini sebagai motivasi sekolah untuk menyiapkan siswa mampu berusaha mandiri. Dalam program ada Keterampilan, Produksi dan Pemasaran.
“Lebih 60 persen lulusan SMA yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang kuliah, program ini sangat membantu menyiapkan dan memotivasi siswa untuk mandiri, berusaha menciptakan lapangan kerja sendiri setelah lulus. Karena dengan program Double Track ini siswa mendapatkan pelatihan produksi dan pemasaran sesuai minat dan bakatnya,” terang Sugiyo.
Dalam Capaian Program Double Track Sugiyo Kepala Sekolah SMAN 1 Widodaren Ngawi ini juga menggandeng BUMN yaitu Bank BNI, PT Candi Loka dan mitra kerja sekitar.
“Untuk berkolaborasi dan bersinergi membesarkan program Double Track, sekolah sebagai fasilitator Dinas yang membiayai, siswa yang melakukan capaian dan hari ini kita sekaligus launching Layanan Cipta Kerja,” imbuhnya. (Yan)
![]()
