Lampung, Selasa (6 Juni 2023) – Dalam upaya mencapai visi “Lampung Zero Criminal”, sebuah Focus Group Discussion (FGD) digelar dengan inisiatif dari Abdul Hakim, Anggota DPD RI Dapil Lampung. FGD ini menghadirkan Vittorio Dwison, Anggota Komisi 1 DPRD Lampung, yang membagikan pandangannya mengenai langkah-langkah penting yang harus diperhatikan dalam mencapai tujuan tersebut.
FGD ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi, Fahrizal Darmino, serta Rektor beberapa kampus di Lampung, Polda Lampung, dan Danrem Garuda Hitam Lampung.
Vittorio Dwison menjelaskan bahwa ada tiga poin penting yang perlu diperhatikan dalam perjalanan menuju “Lampung Zero Criminal”. Pertama, pentingnya semangat bersama dalam upaya membebaskan Lampung dari tindakan kriminal dan kerawanan keamanan. Vittorio menekankan bahwa semangat yang sama di antara seluruh komponen masyarakat Lampung sangat penting dalam mencapai tujuan tersebut, meskipun tantangannya tidaklah mudah.
Kedua, Vittorio Dwison, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKS DPRD Lampung, menggarisbawahi perlunya pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai sektor. Selain aspek ekonomi, pendekatan tersebut juga harus mencakup peran keluarga dan pengawasan kendaraan bermotor. Vittorio mengambil contoh tren meningkatnya geng motor dengan pelaku remaja di Bandar Lampung, di mana keluarga memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani masalah tersebut.
Ketiga, Vittorio Dwison menyampaikan bahwa DPRD Lampung bersama Pemerintah Provinsi telah menginisiasi Peraturan Daerah (Perda) tentang rembug desa dan kelurahan dalam pencegahan konflik di Indonesia. Melalui Perda nomor 1 Tahun 2016 tentang Pedoman Rembug Desa, diharapkan tercipta tata aturan yang memberikan ruang partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan mencegah konflik di tingkat desa dan kelurahan.
FGD ini menjadi platform bagi para peserta untuk membahas langkah-langkah konkret dalam mencapai “Lampung Zero Criminal”. Dalam diskusi ini, berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Daerah, akademisi, dan aparat keamanan, aktif terlibat. Lampung berkomitmen untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam upaya mencapai visi “Lampung Zero Criminal”, dengan harapan menciptakan wilayah yang bebas dari tindakan kriminal dan kerawanan keamanan.
![]()
