You are currently viewing PPDB, 23 SMPN di Grobogan Tak Penuhi Kuota

PPDB, 23 SMPN di Grobogan Tak Penuhi Kuota

Grobogan, Nenemonews.com, (Jawa Tengah) – Dari 43 SMPN di Grobogan yang membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online, ada sebanyak 23 SMPN yang tak dapat memenuhi kuota. Artinya, hanya 20 SMPN yang dapat memenuhi target kuota.

Kondisi terparah dialami SMPN 3 Kradenan. Dari target 192, hanya tercapai 77 peserta didik. Artinya, ada kekurangan sebanyak 115 peserta didik.

Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP pada Dinas Pendidikan Grobogan Suwoyo mengatakan, tidak terpenuhinya kuota itu, menurutnya disebabkan karena waktu pendaftaran SMP negeri paling akhir. Yakni jika dibandingkan dengan SMP swasta dan sederajat.

“SMP swasta dan MTs sudah lebih dulu membuka PPDB. Jadi kemungkinan peserta didik sudah lebih dulu mendaftar di sekolah-sekolah swasta itu. Bukan karena tambah rombel, sebab taka da yang tambah rombel,” ujarnya, Selasa (20/6/2023).

Meski begitu, data yang diterima pihak Dindik Grobogan sejauh ini hanya yang telah mendaftar secara online. Sedangkan, tambahan peserta didik yang mendaftar secara offline belum dilaporkan.

“Jadi tanggal 5-8 Juni pendaftaran online, kemudian yang offline waktunya 5-10 Juni. Tambahan pendaftar offline ini belum dilaporkan. Mungkin ada SMPN yang terpenuhi dengan peserta didik tambahan dari yang offline itu,” paparnya.

Suwoyo menjelaskan, dari total 52 SMP Negeri di Grobogan, kuota yang tersedia untuk PPDB online yakni 44 sekolah. Namun dari 44 sekolah itu, ada satu sekolah yang tetap hanya membuka PPDB offline, yakni SMPN 2 Kradenan. Karena itulah, dari data yang disajikan tampak belum memiliki peserta didik.

“Total SMPN ada 52, kalau ditambah satu atap ada 74 sekolah. Jatah PPDB online hanya 44 sekolah. Kemudian SMPN 2 Kradenan ternyata melakukan PPDB secara offline, sama seperti SMP lain yang tidak mendapat jatah online. Jadi di data kami terlihat tidak dapat siswa sama sekali,” imbuhnya.

Laporan : Heru Budianto

Loading