Bojonegoro, nenemonews — Puluhan anak berkebutuhan khusus di Bojonegoro menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional yang dirangkai dengan Anniversary 1st Ruby Indonesia Kids Development Center, di Adelia Café, Sabtu (20/12/2025).
Acara ini menampilkan berbagai pertunjukan dari anak-anak, mulai dari dongeng, bernyanyi, tarian, hingga lantunan ayat suci Al-Quran. Penampilan mereka berlangsung ceria dan polos, seolah anak-anak tersebut mengekspresikan bakatnya tanpa batasan. Selain hiburan, anak-anak berkebutuhan khusus juga menerima pendidikan dan terapi dari Ruby Indonesia Kids Development Center.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Assoc. Prof. Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli SE MM, yang akrab disapa Bunda Cantika, dalam sambutannya menekankan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama, terlepas dari kebutuhan khusus yang dimilikinya.
“Setiap anak istimewa, memiliki potensi, dan berhak mendapatkan pendidikan, kesehatan, serta tumbuh dalam lingkungan ramah dan inklusif,” ujar Bunda Cantika. Ia menambahkan bahwa lingkungan perlu lebih memahami dan menerima anak-anak spesial tanpa stigma negatif.
Bunda Cantika juga memberikan apresiasi kepada Ruby Indonesia yang telah membangun ekosistem pendidikan dan pengasuhan ramah anak, serta kepada para orang tua yang sabar dan ikhlas mendampingi anak-anak istimewa. “Langkah kecil yang bapak ibu lakukan hari ini akan menjadi pondasi kemandirian mereka di masa depan,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Bunda Cantika berharap Ruby Indonesia menjadi rumah aman bagi tumbuh kembang anak-anak, sekaligus menjadi tempat belajar dan harapan bagi generasi muda, khususnya di Bojonegoro. “Setiap anak memiliki cara sendiri untuk bersinar. Tugas kita bukan menyamakan cahaya mereka, tetapi memastikan tidak ada satu pun cahaya yang dipadamkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Ruby Indonesia Kids Development Center, Aprilia Susanti MPd, menjelaskan bahwa berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), anak disabilitas di Indonesia mencapai hampir 5 persen dari total penduduk. Menurutnya, deteksi dini melalui screening yang lebih baik membuat kebutuhan khusus dapat teridentifikasi sejak awal.
Aprilia menambahkan, pemerintah telah membuka berbagai akses pendidikan bagi anak penyandang disabilitas melalui unit layanan disabilitas, sekolah inklusi, dan program pendukung lainnya. Namun, tantangan tetap ada terutama dalam layanan individu untuk neurodiversitas. Ruby Indonesia hadir sebagai mitra strategis pemerintah dengan memberikan pendampingan profesional, kolaborasi aktif dengan sekolah, dan dukungan bagi guru serta siswa neurodiversitas.
“Kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan dan terapi yang ramah, inklusif, dan profesional agar setiap anak dapat berkembang secara optimal,” pungkas Aprilia. (Agus)
![]()
