You are currently viewing Babinsa Desa Sedayugunung Dampingi Pembangunan Rutilahu, Rangka Rumah Warga Mulai Berdiri

Babinsa Desa Sedayugunung Dampingi Pembangunan Rutilahu, Rangka Rumah Warga Mulai Berdiri

Tulungagung – Semangat gotong royong kembali terlihat dalam pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Sedayugunung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Babinsa Desa Sedayugunung, Koptu Agus Susilo, turut melaksanakan pendampingan pembangunan rumah milik warga binaannya, Wisnu Arista, Sabtu (30/05/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, pengerjaan rumah memasuki tahap perakitan rangka atap yang dilanjutkan dengan proses pendirian rangka utama bangunan. Sejumlah warga bersama tukang dan relawan tampak bahu-membahu mengangkat serta memasang konstruksi kayu secara gotong royong, sehingga rangka rumah mulai berdiri kokoh di atas pondasi yang telah selesai dikerjakan sebelumnya.

Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan pembangunan tidak hanya sebagai bentuk pendampingan program, tetapi juga untuk memberikan motivasi dan semangat kepada warga agar proses pembangunan dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai target.

Koptu Agus Susilo mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat, sekaligus mendukung percepatan penyelesaian program Rutilahu agar warga dapat segera menempati rumah yang lebih layak.

“Hari ini pekerjaan difokuskan pada perakitan rangka atap dan pendirian rangka rumah. Alhamdulillah, berkat semangat gotong royong warga, progres pembangunan berjalan dengan baik. Kami berharap rumah Bapak Wisnu Arista dapat segera selesai sehingga dapat memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup keluarganya,” ujar Koptu Agus Susilo.

Program Rutilahu sendiri menjadi salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat diharapkan terus terjalin guna membantu warga yang membutuhkan serta memperkuat budaya gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.

Loading