Purwodadi, Nenemonews (Lampung Selatan) – Sejak 13 Januari 2026 Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 47 Institut Teknologi Sumatera ITERA melaksanakan rangkaian kegiatan pembuatan Program Digital TOGA Tanaman Obat Keluarga di Desa Purwodadi yang kemudian diresmikan pada Sabtu 1 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat secara alami sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan TOGA desa.
Dalam pelaksanaannya mahasiswa KKN melakukan penanaman berbagai tanaman obat keluarga, di antaranya jahe, daun salam, bunga telang, lavender, kumis kucing, kunyit, lidah buaya, kencur, dan tempuyung. Selain penanaman, mahasiswa juga melakukan pendataan tanaman serta pemasangan sistem digital berupa barcode pada setiap tanaman. Barcode tersebut dapat dipindai menggunakan ponsel untuk menampilkan informasi mengenai manfaat, cara pengolahan, serta peringatan penggunaannya, sementara website TOGA Desa Purwodadi difungsikan sebagai pusat informasi digital dan dokumentasi program. Selain itu, mahasiswa KKN juga menambahkan fasilitas taman refleksi di area TOGA sebagai ruang rekreatif dan edukatif yang dapat dimanfaatkan warga untuk bersantai, merenung, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan lingkungan.

Kegiatan peresmian Digital TOGA dihadiri oleh Ketua PKK Desa Purwodadi Farida Yuniarti, S.Pd., beserta ibu-ibu PKK dan anak-anak KKN Tematik Kelompok 47 ITERA. Dalam sambutannya, Farida Yuniarti, S.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan KKN yang dinilai tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan melalui tanaman obat, tetapi juga menciptakan ruang refleksi yang mendukung kesejahteraan mental dan kebersamaan masyarakat. Ia juga menegaskan komitmen PKK untuk terus merawat TOGA dan taman refleksi sebagai bagian dari program kesehatan keluarga.
Pada sesi pemaparan, Koordinator Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 47 ITERA menjelaskan bahwa Digital TOGA dirancang untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi yang benar dan terstruktur mengenai tanaman obat, sehingga dapat meminimalkan kesalahan penggunaan. Ia menekankan bahwa TOGA berperan sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan, yaitu mendukung pola hidup sehat dan pencegahan penyakit ringan, namun tidak menggantikan layanan medis profesional. Taman refleksi dijelaskan sebagai pelengkap yang mengintegrasikan aspek kesehatan fisik dan mental dalam satu kawasan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan simbolis pemindaian barcode pada tanaman TOGA oleh Ketua PKK bersama perwakilan mahasiswa KKN, serta foto bersama di area taman refleksi sebagai bentuk kolaborasi antara PKK Desa Purwodadi dan Mahasiswa KKN ITERA. Program Digital TOGA diharapkan dapat berlanjut dan menjadi contoh kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan kearifan lokal, teknologi digital, serta ruang lingkungan yang humanis.(Rilis)
![]()
