You are currently viewing Perjalanan Shaqira Olivia Menembus Program Student Mobility Internasional
Mahasiswi Program Studi Akuntansi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Shaqira Olivia Aishabel. (dok Humas Darmajaya)

Perjalanan Shaqira Olivia Menembus Program Student Mobility Internasional

Bandar Lampung — Bagi Shaqira Olivia Aishabel, mahasiswa Program Studi Akuntansi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Ia meyakini bahwa pengalaman lintas budaya dan keberanian melangkah ke dunia global merupakan bagian penting dari pembentukan diri mahasiswa masa kini.

Keyakinan itulah yang membawanya mengikuti Program Student Mobility, sebuah kesempatan akademik yang membuka peluang studi selama satu semester di Nantong Vocational University (NTVU), Tiongkok. Saat ini, Shaqira telah berhasil melewati tahap seleksi TOEFL dan tengah bersiap menghadapi tahap wawancara.

Menurutnya, program ini bukan sekadar pertukaran mahasiswa, melainkan ruang pembelajaran untuk memahami sistem pendidikan internasional serta memperluas sudut pandang global.
“Saya ingin belajar melihat dunia dari perspektif yang berbeda dan memperkaya pengalaman akademik saya,” ungkapnya, Rabu (24/12/2025).

Perjalanan Shaqira menuju kancah internasional bukanlah hal instan. Sejak awal kuliah, ia aktif mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi. Prestasinya sebagai Juara 2 Debat Mibat Darmajaya 2022 menjadi salah satu bukti konsistensinya.

Pengalaman internasional juga telah ia rasakan melalui partisipasinya dalam program pertukaran pelajar dan forum bisnis bersama University of Perpetual Help System DALTA, Filipina, pada 2023. Selain itu, Shaqira juga terlibat dalam riset akademik bertajuk “The Effect of Compensation Suitability and Internal Control System on Employee Performance with Reinforcement as Moderating Variable” dan tampil sebagai pembicara pada konferensi ilmiah tahun 2025.

Bagi Shaqira, Student Mobility adalah langkah strategis untuk memperluas jejaring global sekaligus membentuk karakter akademisi yang adaptif dan visioner.(lia)