Surabaya, nenemo — Ketua Pengprov Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Jawa Timur Ismed Jauhar menilai atlet-atlet asal Jawa Timur menjadi faktor kunci dalam keberhasilan Indonesia meraih medali cabang olahraga tenis pada SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand.
Keberhasilan tersebut ditandai dengan kembalinya tradisi medali emas Indonesia di nomor beregu putra dan beregu putri, yang terakhir kali diraih pada SEA Games 2001. Capaian ini sekaligus menegaskan peran strategis pembinaan atlet daerah dalam mendukung prestasi nasional.
“Raihan ini merupakan hasil pembinaan berkelanjutan dan buah dari proses panjang yang konsisten,” ujar Ismed Jauhar dalam keterangannya di Surabaya, Jumat.
Ia menyebutkan, atlet Jawa Timur seperti Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen menjadi penyumbang utama medali emas di nomor beregu putri dan ganda putri, sekaligus menjaga konsistensi performa tim Indonesia sepanjang turnamen.
Selain itu, Priska Madelyn Nugroho dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas tim putri, sementara Christopher Rungkat bersama Muhammad Rifqi Fitriadi tampil sebagai penentu kemenangan Indonesia pada partai final beregu putra.
Ismed juga menambahkan, Ignatius Anthony Susanto turut menyumbangkan medali perunggu dari nomor ganda, yang menunjukkan potensi kuat regenerasi atlet muda nasional.
Ia menjelaskan, kehadirannya langsung selama pertandingan di Bangkok merupakan bagian dari tugas sebagai ofisial tim untuk memberikan dukungan moral kepada para atlet yang bertanding di bawah tekanan suporter tuan rumah.
Meski demikian, hasil evaluasi tim mencatat perlunya peningkatan konsistensi di sektor individu, khususnya nomor tunggal putra dan ganda campuran.
“Sektor individu masih menjadi pekerjaan rumah kami ke depan,” ujarnya.
Di sisi lain, keberhasilan Janice Tjen meraih dua medali emas pada debutnya di SEA Games dinilai sebagai sinyal positif keberhasilan proses regenerasi atlet nasional, meski menurutnya masih perlu diperluas pada pemain pelapis lainnya.
Lebih lanjut, Ismed Jauhar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral menilai prestasi tersebut membuka peluang sinergi antara dunia olahraga dan dunia usaha.
Menurutnya, keterlibatan KADIN dapat mendorong dukungan industri melalui pembinaan atlet berkelanjutan, pembangunan infrastruktur olahraga, serta pengembangan sport tourism di daerah.
“Prestasi harus berjalan seiring dengan terbentuknya ekosistem olahraga yang kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (agus)
