You are currently viewing Satgas Gulbencal Kesdam I/Bukit Barisan Evakuasi Pasien Gunakan Helikopter
Tapanuli Tengah, 9/12/2025 – Satgas Gulbencal Kesdam I/BB bersama Yonif 125/SMB mengevakuasi dua pasien melalui helikopter dari Desa Mardame, menembus medan terjal dan licin agar pasien segera mendapat perawatan medis lanjutan.

Satgas Gulbencal Kesdam I/Bukit Barisan Evakuasi Pasien Gunakan Helikopter

Tapanuli Tengah, Nenemonews – Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kesdam I/Bukit Barisan bersama Yonif 125/SMB mengevakuasi dua pasien melalui jalur udara menggunakan helikopter dari Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (9/12/2025).

Evakuasi ini dilakukan untuk mempercepat penanganan medis bagi warga yang membutuhkan perawatan lanjutan, Sebelum menuju titik lepas landas (helipad), Pasien terlebih dahulu diberikan pertolongan pertama kemudian pasien ditandu dari rumah warga menuju lokasi pendaratan helikopter. Proses ini dilakukan secara manual melewati medan terjal dan perbukitan yang licin akibat hujan, dengan mengutamakan keselamatan dan kestabilan kondisi pasien selama perjalanan di jalur yang sulit.

Pasien pertama, Senggina Simanungkalit (43 tahun), dievakuasi dengan kondisi suspek patah lutut kiri disertai bengkak pada kaki kiri. Di lokasi, tim medis melakukan pemasangan bidai pada kaki kiri serta pemberian obat asam mefenamat, Setelah tiba di Bandara Silangit pasien dirujuk ke RSUD Tarutung menggunakan mobil Ambulance.

Pasien kedua, Bayi Nafriani Sihombing (9 hari), mengalami dermatitis alergi, dehidrasi ringan hingga sedang, serta demam. Tim medis melakukan tindakan awal berupa pemasangan infus Ringer Laktat (RL) 40 tetes per menit menggunakan mikro set dan pemberian paracetamol sirup 1 cc, kemudian pasien tiba di bandara Silangit kemudian dirujuk ke RS Tk lV Pemantang Siantar menggunakan helikopter.

Evakuasi udara ini menjadi bagian dari upaya cepat tanggap Satgas Gulbencal Kesdam I/Bukit Barisan dalam memberikan pertolongan kemanusiaan. Dengan dukungan personel terlatih dan sarana udara, diharapkan masyarakat di wilayah terpencil tetap dapat memperoleh akses layanan kesehatan secara cepat, aman, dan tepat.

(RED)