Bandar Lampung — Purnama Wulan Sari Mirza resmi memimpin Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Lampung untuk periode 2025–2030 setelah dilantik dalam upacara di Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur, Rabu (26/11/2025).
Pelantikan tersebut dilakukan melalui penyematan pin dan penyerahan bendera pataka oleh Ketua Umum YJI Annisa Pohan Yudhoyono yang hadir secara virtual. Kehadirannya diwakili secara luring oleh Bendahara Umum YJI, Osco Olfriady Letunggamu. Usai pelantikan, Purnama Wulan langsung mengukuhkan pengurus YJI dari 14 kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Annisa Pohan mengingatkan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting bertepatan dengan usia ke-44 tahun YJI pada November 2025. Ia menyoroti meningkatnya risiko penyakit jantung pada kelompok usia muda sebagaimana tercatat dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Menurut Annisa, fenomena tersebut menjadi alasan utama YJI mengangkat filosofi “Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat lebih aktif menjaga kesehatan jantung sekaligus siap menghadapi tantangan kesehatan masa kini.
“Lampung memiliki jangkauan luas dari pesisir hingga dataran tinggi. Kepengurusan baru kami harapkan mampu membawa edukasi pencegahan jantung secara kreatif ke seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, yang turut menghadiri kegiatan, menegaskan bahwa tugas para pengurus bukan hanya menjalankan organisasi, tetapi memastikan kesehatan jantung masyarakat menjadi agenda utama.
“Tanggung jawab yang diemban para pengurus sangat besar. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi amanah untuk masa depan kesehatan masyarakat Lampung,” kata Jihan.
Sementara itu, Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan komitmennya membangun kolaborasi lintas sektor dan menjalankan seluruh program YJI dengan pendekatan yang lebih dekat kepada masyarakat.
“Kami menerima amanah ini dengan penuh rasa syukur. Fokus kami adalah memperluas edukasi, memperkuat program, dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
YJI Lampung menyiapkan sejumlah program prioritas seperti pembentukan Kelompok Jantung Sehat (KJS) hingga tingkat desa, pengembangan Kelompok Jantung Sehat Remaja di sekolah, lomba senam jantung sehat, kampanye anti rokok dan anti vape, pelatihan pelatih senam jantung sehat, serta pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Menurut Purnama Wulan, kasus penyakit jantung yang mulai banyak menyerang usia produktif menunjukkan perlunya edukasi agresif, terutama di kalangan pelajar. Karenanya, kampanye “Keren Tanpa Rokok” menjadi salah satu fokus utama.
“Serangan jantung dapat terjadi di berbagai situasi. Karena itu, masyarakat umum perlu dibekali kemampuan pertolongan pertama agar bisa menyelamatkan nyawa,” jelasnya.
Pelantikan pengurus YJI Lampung juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada atlet Lampung yang meraih juara 3 pada Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) ke-8 di Nusa Tenggara Barat.(Lia)
