You are currently viewing Potensi Wisata Way Kalam Dinilai Besar, Wagub Lampung Tinjau Studi Pengembangan Nilai Ekonomi Karbon
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau peta kawasan Perhutanan Sosial Desa Way Kalam saat melakukan Site Visit Feasibility Study Pengembangan Nilai Ekonomi Karbon di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Selasa (25/11/2025).

Potensi Wisata Way Kalam Dinilai Besar, Wagub Lampung Tinjau Studi Pengembangan Nilai Ekonomi Karbon

Lampung Selatan — Kawasan Perhutanan Sosial Desa Way Kalam di Kecamatan Penengahan kembali menjadi sorotan. Lanskap hutan yang masih asri, aliran sungai yang jernih, serta dua titik air terjun menjadikan kawasan ini menyimpan potensi ekonomi dan wisata yang sangat besar. Namun, keindahan tersebut belum banyak dikenal publik—“seperti surga yang tak dirindukan,” meminjam istilah dari sebuah film.

Pada Selasa (25/11/2025), Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melakukan Site Visit Feasibility Study pengembangan nilai ekonomi karbon di kawasan tersebut. Ia turun langsung menyusuri jalur hutan bersama tim dari OJK dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

Rombongan disambut pemandangan hutan yang rimbun, udara sejuk, suara satwa liar, dan aliran sungai yang mengalir di antara pepohonan besar. Dari peninjauan ini, Wagub menilai bahwa potensi Way Kalam tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada nilai ekonominya bagi masyarakat.

“Potensi perhutanan sosial di Way Kalam sangat luas, termasuk konservasi lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat. Namun, semua harus dibarengi manajemen yang rapi, mulai dari hal kecil sekalipun,” ujar Wagub Jihan.

Selama kunjungan, Wagub berhenti di beberapa titik penting seperti sumber mata air dan jalur menuju Air Terjun Anakan di Hutan Register Way Kalam. Ia menerima penjelasan terkait satwa dilindungi serta upaya masyarakat menjaga kawasan konservasi.

Wagub juga mengapresiasi keberadaan Peraturan Desa (Perdes) tentang manajemen wisata yang mengatur area camping, jalur trekking, hingga pengelolaan dua kawasan air terjun.

“Di atas ini kita dekat sumber mata air. Kalau turun ke bawah ada Air Terjun Way Kalam yang besar. Tempat ini sangat bagus bahkan untuk aktivitas seperti yoga. Ke depan, pH air bisa diukur agar kandungan oksigennya diketahui—ini bisa menjadi nilai tambah promosi wisata,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap kajian kelayakan ini dapat memperkuat pengelolaan kawasan perhutanan sosial sehingga tetap lestari dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

(Nenemonews)