You are currently viewing Wali Murid Menjerit Tarikan Perlengkapan Sekolah Diluar Kewajaran

Wali Murid Menjerit Tarikan Perlengkapan Sekolah Diluar Kewajaran

  • Post author:
  • Post category:Way Kanan

Way Kanan, Nenemonews – Pasca tidak diperbolehkan Komete Sekolah menarik Pungutan ke-Wali Murid dalam bentuk apapun, banyak pihak sekolah ( Kepala Sekolah) tidak kekurangan akal untuk melakukan penarikan tersebut kepada orang tua murid bahkan penarikan dimaksud melewati kewajaran sehingga membuat orang tua murid menjerit.

Seperti kebijkan pihak Sekolah SMAN.2 Negeri Besar, secara terang – terangan melakukan penarikan perlengkapan sekolah untuk siswa baru yang mencapai Rp. 750 ribu persiswa. Luar biasa kebijkan tersebut dan membuat orang tua harus melunasi demi agar anak nya bisa sekolah di SMA Negeri 2 tersebut ,karna penarikan yang telah di wajibkan oleh pihak sekolah.

Karena dipastikan kalau tidak secepatnya dilunasi siswanya tidak diberikan seragam seperti siswa lainya yang sudah lunas.ungkap salah satu orang tua wali murid kepada tim media ,’Namun dirinya enggan di sebut nama nya ,dengan alasan demi menjaga nama anak nya di sekolah tersebut .

Dirinya juga menambahkan sebagai Wali murid saat itu pernah diudang pihak sekolah terkhusus wali murid siswa baru rapat tetang kelengkapan seragam sekolah dan pihak sekolah memutuskan kebutuhan seluruh siswa baru mulai dari baju seragam dan perlengkapan lainya berjumlah Rp. 750 ribu.

‘Benar pak, kami seluruh wali murid baru pernah diundang pihak sekolah rapat masalah perlengkapan sekolah. Diputuskan sejumlah Rp.750 ribu persiswa/murid untuk kebutuhan biaya pembuatan baju 1 stel olah raga, Batik, Amamater, dasi topi dan lainya, sesuai dengan kopelan yang diberikan pihak sekolah. Dalam rapat itu juga diputuskan jumlah pungutan tersebut bisa dua kali pembayar’.Tambahnya.

Sementara regulasi sesuai dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, pihak sekolah sekedar menghimbau supaya wali murid dapat melengkapi kebutuhan siswa, terutama seragam sekolah. Dengan menjelaskan pesen sendiri untuk menghindari mar’af angaran. Bukan sebaliknya dikodinir pihak sekolah dengan tujuan mencari keuntungan dengan kata lain mengabaikan Aturan yang telah ditentukan.

Kepala sekolah SMAN 2 Negri Besar Nuryani Sinaga membenarkan penarikan perlengkapan siswa baru tersebut sejumlah yang dimaksud. Namun dirinya menyampaikan bahwa penarikan tersebut dikoordinir Sekolah dengan membentuk teim kebutuhan siswa baru.

Kemudian kepala sekolah mencoba menghadirkan item yang di maksud nya ke empat guru yang ada ,Namun saat itu hanya ketiga guru yang ada ,salah satunya ijin tidak masuk ,kemudian saat di kompormasi terkait hal itu ketiga guru tersebut membenarkan atas apa yang mereka Lakukan ,dengan alasan sudah benar ,dan aturan di sekolah ada bang ungkapnya kepada tim media ,Hal lain ketiga guru tersebut menjelaskan bahwa belum semua siswa yang Lunas ,dan baju yang telah kita bagikan kesiswa berupa baju batik ,karna sudah jadi ,untuk baju atau lain nya belum jadi ,ungkap ketiga guru .

Disisi Lain ,rincian kegunaan dana sebesar Rp 750,000/ siswa tertulis dengan selembaran kertas kecil ,yang di dapatkan dari salah satu orang tua siswa yang sekolah di sekolah tersebut .(Wan)

Loading