You are currently viewing Pemkot Kediri Perkuat Ekosistem Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan sambutan pada Gebyar Inklusi 2025 di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (5/12/2025).

Pemkot Kediri Perkuat Ekosistem Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

  • Post author:
  • Post category:Pendidikan

Kediri, nenemonews — Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat ekosistem pendidikan inklusif dengan menaruh perhatian serius pada pemenuhan hak dan pengembangan potensi anak-anak penyandang disabilitas. Upaya tersebut ditegaskan dalam kegiatan Gebyar Inklusi 2025 yang digelar di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri, Jumat (05/12/2025).

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi yang harus didukung oleh semua pihak, mulai dari keluarga, pendidik, pemerintah, hingga masyarakat luas. Menurutnya, keterbatasan fisik maupun intelektual tidak menjadi penghalang bagi anak disabilitas untuk berprestasi dan berkembang.

“Di Kota Kediri, banyak karya dan prestasi luar biasa yang lahir dari teman-teman disabilitas. Ada yang unggul di bidang seni, olahraga, akademik, hingga kewirausahaan. Ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan selama lingkungan mendukung dan kesempatan diberikan secara adil,” ujar Vinanda dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, Pemkot Kediri secara konsisten menjalankan kebijakan pro-disabilitas, salah satunya dengan menetapkan seluruh SD dan SMP negeri di Kota Kediri sebagai sekolah inklusi. Kebijakan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi peserta didik disabilitas untuk belajar bersama dalam suasana yang aman, nyaman, dan suportif.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Kediri secara rutin menggelar pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi guru pendamping khusus, agar layanan pendidikan inklusif semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masing-masing anak.

Tidak hanya di sektor pendidikan, Pemkot Kediri juga terus memperbaiki fasilitas publik agar ramah disabilitas. Berbagai layanan publik kini dilengkapi akses kursi roda, ruang tunggu inklusif, serta kemudahan layanan administrasi. Aparatur pelayanan publik juga mendapatkan pembekalan khusus agar mampu melayani penyandang disabilitas secara optimal.

Di bidang ekonomi, pemerintah daerah membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas di lingkungan pemerintahan serta memfasilitasi pelatihan kewirausahaan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), dengan tujuan mendorong kemandirian ekonomi.

Komitmen tersebut diperkuat melalui regulasi, yakni Peraturan Daerah Kota Kediri Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, sebagai landasan hukum dalam mewujudkan kota yang inklusif dan berkeadilan.

“Kalian adalah anak-anak hebat. Teruslah bermimpi dan berjuang. Pemerintah hadir untuk memastikan kalian memiliki ruang yang sama untuk tumbuh dan meraih masa depan,” pesan Vinanda kepada para peserta.

Ia menekankan bahwa keberhasilan layanan inklusif tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan sinergi sekolah, orang tua, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara wali kota dan OPD untuk mengawal inklusivitas pendidikan di Kota Kediri, serta penyerahan santunan kepada anak-anak disabilitas.

Kegiatan Gebyar Inklusi 2025 yang sekaligus memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025 ini diikuti oleh 448 anak disabilitas dari berbagai wilayah di Kota Kediri, sebagai wujud nyata komitmen bersama membangun kota yang ramah dan inklusif. (red)

Loading