Ngawi, Nenemonews — Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar High Level Meeting (HLM) TPID, TP2DD, dan TP2ED di Nata Azana Hotel, Selasa (2/12/2025), untuk merumuskan strategi pengendalian inflasi dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono membuka kegiatan, didampingi Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko dan Sekretaris Daerah Mokh. Sodiq Triwidiyanto. Forum diikuti jajaran Forkopimda dan kepala OPD terkait.
Ngawi sebagai lumbung pangan nasional memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas harga komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang merah, dan telur. Ony menekankan pentingnya pemetaan wilayah produksi agar pasokan terpenuhi dari dalam daerah dan ketergantungan dari luar dapat dikurangi.
HLM juga menyoroti percepatan digitalisasi transaksi dan literasi keuangan melalui TP2DD, sehingga UMKM dapat mengakses pembiayaan lebih mudah dan transaksi non-tunai menjadi masif, memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
Investasi di Ngawi hingga triwulan III 2025 tercatat mencapai Rp2,5 triliun, melampaui target RPJMD, menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor dan peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Untuk menjaga ketersediaan pangan, Pemkab mengoptimalkan lumbung pangan daerah, lumbung pangan kecamatan, dan Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP). Melalui sinergi TPID, TP2DD, dan TP2ED, Pemkab menargetkan inflasi terkendali, pertumbuhan ekonomi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan. (Yan)
![]()
