You are currently viewing Petani Cabe Merugi Ratusan Juta Akibat Banjir

Petani Cabe Merugi Ratusan Juta Akibat Banjir

Bojonegoro, Nenemo (Jatim) – Para petani cabe di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor diperkirakan merugi ratusan juta rupiah akibat banjir luapan air Sungai Bengawan Solo.

Volume air bengawan Solo naik diperkirakan akibat intensitas curah hujan yang tinggi pada beberapa hari terakhir dibagian wilayah hulu.

Sehingga mengakibatkan naiknya volume air pada bendung gerak di Desa Padang di wilayah Kecamatan Trucuk dibuka total.

Dibukanya bendung gerak mengakibatkan volume air bengawan Solo di bagian hilir naik dan menggenangi lahan cabe milik para petani khususnya para petani di Desa Tambahrejo Kanor.

Lahan tlatah yang tenggelam semua berada di sebelah barat tanggul besar desa yang notabene ditanami tanaman cabe merah besar oleh para petani setempat.

“Tlatah yang tenggelam diperkirakan mencapai ratusan hektar.” tutur RY pada Sabtu (17/5/2025) siang saat ditemui.

“Manakala ada musibah seperti ini kami sebagai petani berharap kehadiran pemerintah daerah di tengah tengah kami.” harapan RY, petani sekaligus salah satu aparatur negara.

“Banyak para petani bercocok tanam lombok itu bermodal hutangan dari bank ataupun dari para pengepul lombok.” jelas RY dengan wajah lesu menatap mimin.

“Tadi pagi belum apa-apa. Jam 11 an tadi tlatah tenggelam karena luapan air bengawan Solo.” terang DN salah satu warga pemilik tlatah.

Lanjut DN, “ya kita semua yang menanam lombok merugi. Jika dihitung kasar semua kerugian penanaman lombok akibat banjir ini mencapai ratusan juta. Bukan lagi puluhan juta.”

Banjir juga menjadi tontonan warga lokal yang notabene pemilik lahan tlatah yang ditanami tanaman cabe merah besar.

Dengan adanya peristiwa ini pemerintah daerah khususnya dinas pertanian Kabupaten Bojonegoro harusnya ada perhatian khusus pada kegagalan yang dialami para petani, khususnya para petani lombok. (korwil).

Loading