Blitar – Bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung melaksanakan penanaman jagung di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Kamis (5/11/2026). Langkah ini untuk memenuhi kebutuhan pakan bagi para peternak.
Dalam kesempatan itu, Mentan juga menyerahkan bantuan jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada para peternak ayam petelur sebanyak 18 unit truk atau sekitar 200 ton.
Selain itu, bantuan benih jagung turut diserahkan kepada para petani. Mentan juga menyerahkan nota pembelian telur dari peternak ayam di Kabupaten Blitar sebagai bentuk dukungan terhadap penyerapan hasil produksi peternak lokal.
Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan Mentan Amran untuk berdialog secara langsung dengan para petani dan peternak.
Dalam sambutannya, Mentan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat berbagai sektor ketahanan pangan di Jawa Timur. Sepanjang tahun ini, bantuan yang diberikan mencapai triliunan rupiah.
“Total bantuan sektor pertanian yang telah dialokasikan untuk wilayah Provinsi Jawa Timur pada tahun 2026 mencapai lebih dari Rp 3 triliun. Bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan produksi pangan, serta mendorong kesejahteraan petani dan peternak,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh program dan bantuan yang diberikan dapat dilaksanakan secara optimal dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Mentan pun mengajak seluruh petani, peternak, koperasi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.
Secara terpisah, Danrem Erwin Agung menegaskan komitmen satuannya untuk terus mendukung dan menyukseskan berbagai program pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kami dari Korem 081/DSJ beserta jajaran akan terus bekerja keras dan bersinergi dengan seluruh pihak untuk semakin memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya ditemui usai kegiatan.
Danrem menilai, sinergi antara TNI, kementerian pertanian, pemerintah daerah, petani, peternak, dan seluruh pihak terkait lainnya menjadi salah satu faktor penting dalam mengoptimalkan potensi-potensi di daerah.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan berbagai program ketahanan pangan di wilayah Korem 081/DSJ dapat berjalan semakin optimal, sehingga mampu meningkatkan produktivitas, menjaga ketersediaan pangan, sekaligus mendorong kesejahteraan petani dan peternak.
![]()
