You are currently viewing Gerak Cepat TNI Bersama Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan Perhutani di Pagersari

Gerak Cepat TNI Bersama Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan Perhutani di Pagersari

Tulungagung – Gerak cepat dilakukan aparat TNI bersama Polri, Perhutani, personel Yonif TP 886/PJY dan masyarakat dalam menangani kebakaran lahan Perhutani dan lahan milik masyarakat di Dusun Tondo RT 007 RW 001, Desa Pagersari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Selasa (01/09/2026).

Kebakaran diketahui sekitar pukul 13.30 WIB setelah Babinsa Pagersari Koramil 0807/08 Kalidawir, Koptu Jafar Hermanto, menerima laporan dari Kepala Dusun Tondo, Firman, mengenai kebakaran lahan Perhutani di wilayah tersebut.

Mendapat laporan tersebut, Babinsa bersama pemerintah desa segera melakukan koordinasi dan meminta dukungan Yonif TP 886/PJY untuk mengerahkan truk pemadam guna membantu proses penanganan. Babinsa bersama anggota Koramil, personel Yonif TP 886/PJY, Polri, Perhutani dan warga kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Upaya pemadaman berlangsung secara bersama-sama dengan menghadapi kondisi medan lahan yang terbakar. Berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.40 WIB.

Babinsa Pagersari Koptu Jafar Hermanto menyampaikan bahwa kecepatan dalam menerima informasi dan melakukan koordinasi menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran agar tidak berkembang lebih luas.

> “Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait untuk mendapatkan dukungan pemadaman. Kami bersama Koramil, Yonif TP 886/PJY, Polri, Perhutani dan masyarakat langsung bergerak ke lokasi agar api segera dapat dikendalikan,” ujar Koptu Jafar.

Ia menambahkan, jarak titik api dengan permukiman warga yang hanya sekitar 100 meter membuat penanganan harus dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi.

> “Yang paling utama adalah mencegah api mendekati permukiman. Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, api berhasil dipadamkan sebelum menimbulkan dampak terhadap warga maupun permukiman,” imbuhnya.

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar dua hektare lahan. Meski demikian, tanaman jati di lokasi dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian personel.

Sebanyak 29 personel terlibat dalam proses pemadaman, terdiri dari sembilan personel TNI, tiga personel Polri, tujuh personel Perhutani, tim pemadam dari Yonif TP 886/PJY serta 10 warga masyarakat.

Keberhasilan penanganan kebakaran ini menunjukkan pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, Perhutani dan masyarakat dalam merespons secara cepat setiap kejadian kebakaran lahan, khususnya yang berada dekat dengan kawasan permukiman.

Loading