You are currently viewing UMKM dan Ekonomi Kreatif, Fondasi Data Menuju Pembangunan Berkeadilan

UMKM dan Ekonomi Kreatif, Fondasi Data Menuju Pembangunan Berkeadilan

BANDAR LAMPUNG — Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar rutinitas sepuluh tahunan, melainkan fondasi besar yang menentukan arah pembangunan bangsa. Tanpa data, pembangunan hanya akan menjadi spekulasi; dengan data, pembangunan menjadi terukur, terarah, dan berpihak pada rakyat.

Di tingkat nasional, SE2026 hadir sebagai instrumen strategis untuk memetakan potensi usaha rakyat, sektor informal, hingga unit-unit ekonomi kreatif. “Data ini akan menjadi bahan baku kebijakan fiskal, investasi, dan penguatan daya saing,” ujar Dr. Anggalia Wibasuri, Kaprodi Magister Manajemen IIB Darmajaya, Senin (27/7/2026)

Lampung menjadi contoh bagaimana masyarakat menyambut sensus dengan euforia. Jajaran BPS Provinsi Lampung bersama Kepala BPS turun langsung melakukan pendataan di Forum Pembauran Kebangsaan, yang merepresentasikan masyarakat multietnis dari berbagai latar belakang budaya dan ekonomi.

Data UMKM Lampung 2025 menunjukkan kekuatan ekonomi kerakyatan. Menurut Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, jumlah UMKM mencapai 397.903 unit, dengan dominasi usaha mikro sebanyak 383.238 unit. Way Kanan mencatat 58.063 unit, Bandar Lampung 55.396 unit, dan Lampung Timur 51.034 unit.

Sektor perdagangan menjadi tulang punggung dengan 201.446 unit, diikuti kuliner 102.458 unit, jasa 34.050 unit, serta pertanian, peternakan, dan perikanan 23.071 unit. Kerajinan menyumbang 11.909 unit, fashion 3.860 unit, kesehatan dan kecantikan 2.790 unit, otomotif 2.513 unit, pariwisata 207 unit, dan industri lain-lain 15.599 unit.

Dominasi usaha mikro memang besar, namun tren usaha kecil dan menengah mulai melampaui target rencana strategis. Proporsi usaha kecil dan menengah tercatat 3,7 persen, melampaui target 2,65 persen. Wirausaha mapan di Lampung mencapai 9,55 persen atau 184.994 orang dari total 1,9 juta angkatan kerja wirausaha.

Di sisi lain, sektor ekonomi kreatif nasional juga mencatat capaian penting. Data BKPM 2025 menunjukkan realisasi investasi subsektor kreatif, baik Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri, terus meningkat. Lampung sebagai bagian dari ekosistem nasional turut merasakan dampak geliat ini.

 Euforia Menyambut SE2026
Berdasarkan pengamatan Nenemonews.com, euforia masyarakat Lampung menyambut SE2026 terlihat jelas dalam kegiatan pendataan di Forum Pembauran Kebangsaan beberapa waktu lalu. Pelaku usaha kreatif di Lampung semakin aktif melaporkan kegiatan penanaman modal melalui sistem OSS. Hal ini menunjukkan keterlibatan mereka dalam arus investasi kreatif nasional. Gusty Interior, kios gordyn milik Zulkifli, melihat peluang besar untuk mengembangkan usaha dengan sentuhan kreatif modern.

Zulkifli menegaskan bahwa dirinya siap menyambut SE2026 sebagai momentum penting bagi usaha kecil. “Kami siap menyambut SE2026 karena ini bukan hanya pendataan, tetapi pengakuan atas kerja keras kami,” ujarnya, saat ditemui Rabu (8/7/26).

Ia percaya sensus akan membuka peluang baru bagi UMKM dalam akses permodalan dan pelatihan. Cerita Zulkifli menjadi kisah nyata bagaimana UMKM Lampung menyambut SE2026 dengan optimisme. Ia menekankan bahwa usaha kecil sering dianggap sederhana, namun sesungguhnya menjadi bagian dari denyut ekonomi lokal yang vital. Dengan sensus, suara mereka bisa terdengar lebih jelas.

Euforia masyarakat Lampung terlihat dalam kegiatan pendataan di Forum Pembauran Kebangsaan. Para tokoh multietnis dengan antusias memberikan data usaha mereka. Keterlibatan ini menjadi simbol inklusivitas, bahwa sensus merangkul semua pihak tanpa diskriminasi.

“Intinya, bagaimana kami bisa terus berkembang dalam berusaha. Kami juga butuh perhatian dan bantuan pemerintah daerah dan pusat agar UMKM kami bisa terus berjalan. Menyambut Sensus Ekonomi 2026, kami siapa dan akan memberikan dukungan besar,” kata Rodiah, salah satu pelaku UMKM saat Expo di Kampus IIB Darmajaya Bandar Lampung, Rabu (15/7/26) lalu.

Sosialisasi SE2026 di Lampung pada Agustus 2025 juga memperkuat strategi komunikasi. Narasumber dari akademisi, media, dan pemerintah daerah menekankan pentingnya menjelaskan manfaat sensus kepada publik, termasuk jaminan keamanan data. Strategi ini menjadi bagian dari gerakan nasional.

Dengan pendekatan pra-sensus, pelaksanaan, hingga pasca-sensus, publik diajak memahami bahwa data bukan sekadar angka, melainkan fondasi kebijakan yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Lampung memberi teladan bagaimana keberagaman masyarakat dapat menjadi motor penggerak sensus.

Keberagaman bukan hambatan, melainkan kekuatan. Ketika tokoh multietnis bersatu memberikan data, hasil sensus akan lebih komprehensif. SE2026 akan menjadi peta jalan ekonomi, memetakan sektor unggulan, mengidentifikasi potensi daerah, dan memberikan gambaran nyata tentang kondisi usaha rakyat.

Dengan data akurat, pembangunan dapat diarahkan secara lebih adil. SE2026 menjadi tonggak penting menuju Indonesia Maju, dan Zulkifli bersama UMKM lainnya siap menyambutnya dengan penuh harapan. Semoga. (L-Hakim)

Loading