Bengkulu, Nenemonews – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) terus berupaya mempercepat realisasi program cetak sawah rakyat (CSR) tahun 2026.
Program ini difokuskan untuk memperluas lahan tanam sekaligus meningkatkan produksi padi di empat kabupaten di Provinsi Bengkulu.
Total luasan program mencapai 2.217 hektare di empat Kabupaten diantaranya Kabupaten Bengkulu Utara (617 hektare), Seluma (500 hektare), Lebong (800 hektare), dan Mukomuko (300 hektare).
Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Hj. Sri Herlin Despita, mengatakan saat ini program masih berada pada tahap Survey, Investigation, and Design (SID) yang dikerjakan oleh Universitas Bengkulu sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan fisik.
“Saat ini kegiatan CSR masih dalam tahap proses SID yang dilakukan oleh Universitas Bengkulu. Setelah tahapan ini rampung, pelaksanaan fisik akan segera kita mulai,” ungkap kadis tphp provinsi Bengkulu Hj Sri Herlin Despita,
Menurutnya, program CSR merupakan upaya strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Tahun 2026 ini kita fokus di empat kabupaten dengan total 2.217 hektare. Ini bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas areal tanam produktif,” sampainya.
Selain memperluas lahan, program ini juga diproyeksikan meningkatkan produksi padi secara signifikan di Bengkulu.
“Potensi peningkatan produksi padi dari program CSR tahun 2025 dan 2026 diperkirakan bisa mencapai 30 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG),” ujarnya.
Pemerintah optimistis program ini dapat menjadi salah satu pengungkit utama sektor pertanian di Bengkulu apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
“Kami optimis program ini akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Bengkulu,” pungkasnya. (ts)
![]()
