Tubaba, Nenemonews – Dampak kurangnya suplay air, ribuan hektar sawah di Tumi jajar,Tulang Bawang Barat , Provinsi Lampung terancam gagal panen akibat kekeringan.
Hal itu dikeluhkan salah satu petani Santo (56) di kelurahan Daya murni yang sawahnya kekurangan suplay air akibat pembagian airnya seminggu sekali,
” Terdapat 3 pintuw air untuk mengaliri sekitar kurang lebih 530 hektar sawah ,dan 3416 hektar sawah di kecamatan Tumijajar yang mendapat suplai air dari bendungan way Rarem dengan sistem bergilir seminggu satu kali,l”, keluh Santo.
Dia berharap kondisi ini mendapat perhatian dari pemerintah khususnya pihak Balai besar Provinsi Lampung agar petani tidak merugi akibat gagal panen, karena mereka bergantung dengan menanam padi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluaraga,harapnya.
Masih menurutnya,saat minta informasi kepada petugas balai besar yang ada dilapangan,Tidak maksimalnya,suplai air tersebut akibat dari banyak gulma/ Rumput menjalar yang menyumbat saluran Induk/Primer irigasi way rarem,pungkasnya.(Rd)
