PALEMBANG, nenemonews.com – Panti Pijat Pertuni Jaya menjadi saksi sebuah pertemuan yang sederhana namun sarat makna pada Rabu pagi (24/12/2025). Di tempat itu, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Febrita Lustia Herman Deru, memilih merayakan Hari Ibu dengan cara yang berbeda: hadir, menyapa, dan berbagi kebahagiaan bersama para anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumsel.
Tanpa protokoler yang kaku, Febrita Lustia—yang akrab disapa Feby—datang membawa suasana hangat keluarga. Kehadirannya bersama cucu-cucu tercinta menghadirkan energi baru, sekaligus menjadi simbol kasih lintas generasi yang terasa kuat di tengah para ibu penyandang disabilitas netra.
Tidak ada pidato panjang, yang ada justru percakapan ringan dan tawa kecil yang mengisi ruangan. Momen paling berkesan terjadi ketika Feby mengajak seluruh hadirin menyenandungkan lagu “Kasih Ibu”. Suara-suara yang menyatu dalam irama sederhana itu menciptakan ruang emosional yang mendalam, membuat peringatan Hari Ibu terasa lebih hidup dan menyentuh hati.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa makna Hari Ibu tidak selalu dirayakan dengan kemegahan, melainkan melalui kehadiran yang tulus, perhatian yang nyata, serta kepedulian kepada mereka yang sering luput dari sorotan. Dari Panti Pertuni Jaya, pesan itu bergema dengan sederhana, namun kuat. (Amansyah)
![]()
