Bandar Lampung, Nenemonews – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Yayasan Mangkubumi Putra Lampung (YMPL) menggelar kegiatan Silaturahmi Kebangsaan bertema “Mempererat Ukhuwah Menuai Berkah dan Kebaikan” pada Sabtu (28/6/2025), bertempat di Sekretariat YMPL, Way Halim Permai, Kota Bandar Lampung.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh strategis dari unsur pemerintahan, akademisi, dan aparat keamanan, di antaranya: Drs. Muhammad Firsada, M.Si. (Asisten I Pemprov Lampung/Ketua Pembina YMPL), Dr. KH. Bukhori Muslim, Lc., M.A. (Dekan Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung), Prof. Dr. Moh Bahrudin, M.Ag (Ketua FKUB Provinsi Lampung), serta perwakilan BIN, Densus 88 AT, dan Polda Lampung. Turut hadir pula sebanyak 50 orang eks-napiter anggota YMPL.
Ketua Yayasan YMPL, Supriadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi spiritual dan kebangsaan. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk mempererat persaudaraan dan gotong royong lintas elemen sebagai modal sosial,” ujarnya.
YMPL selama ini aktif menjalankan program pelatihan keagamaan dan wirausaha. Supriadi menambahkan, kerja sama dengan Muhammadiyah telah membuahkan pelatihan pertanian organik dan peternakan bebek peking dengan sistem kemitraan. Salah satu anggotanya kini telah memelihara 300 ekor bebek sebagai bentuk usaha mandiri.
Sementara itu, Kompol Sumarna dari Satgasus Densus 88 AT Wilayah Lampung menegaskan bahwa yayasan ini dibentuk sebagai wadah pembinaan dan reintegrasi sosial eks-napiter yang telah berikrar setia kepada NKRI. “Kolaborasi dengan Pemprov, BIN, Polda Lampung dan semua pihak yang mendukung yayasan ini menjadi kunci keberhasilan pembinaan ini,” jelasnya.
Ketua FKUB Provinsi Lampung, Prof. Dr. Moh Bahrudin, M.Ag, menekankan pentingnya membangun ukhuwah dalam tiga dimensi: Islamiyah, Wathaniyah, dan Basyariyah. “Dialog, sinergi, dan saling menghargai adalah fondasi kehidupan berbangsa dalam masyarakat yang majemuk,” katanya.
Drs. Muhammad Firsada, M.Si., selaku Asisten I Pemprov dan Ketua Pembina Yayasan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa semangat hijrah harus dimaknai sebagai transformasi menuju kehidupan lebih baik. Ia juga mengapresiasi kemajuan ekonomi para anggota yayasan. “Ini buah dari kerja kolektif, pelatihan, dan kemitraan produktif,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya menolak ideologi yang menyesatkan. “Menyanyikan lagu kebangsaan adalah bentuk cinta tanah air, bukan perbuatan musyrik,” tegas Firsada.
Acara ditutup dengan tausyiah dari Dr. KH. Bukhori Muslim, Lc., M.A. yang mengangkat makna hijrah sebagai momentum perubahan menuju keberkahan. Dalam ceramahnya, ia menyatakan bahwa para eks-napiter adalah bagian dari potensi bangsa. “Allah tidak menilai masa lalu seseorang, tetapi kesungguhannya di masa depan. Dari luka bisa tumbuh cahaya,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan semangat ukhuwah dan kolaborasi, proses reintegrasi sosial dan pemberdayaan eks-napiter bisa berjalan secara bermartabat, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
