Ngawi, Nenemonews (Jatim) – Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur berkomitmen untuk mempertahankan status Lumbung Padi Nasional. Hal itu tercermin dari semakin bertambahnya luasan wilayah pertanian yang telah menerapkan konsep Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngawi Supardi, mengatakan dari total luas baku tanah pertanian di Kabupaten Ngawi yang mencapai 50.00 hektare lebih, 15.000 diantaranya sudah menerapkan konsep PRLB. Atau sekitar 25 persen dari total luas lahan.
“Total luas lahan pertanian di Kabupaten Ngawi mencapai 50.715 hektare dan yang sudah menerapkan PRLB ada sekitar 15.000. Ini berarti baru 25 persen. Namun dapat dilihat sudah ada kemandirian dari petani,” ungkapnya saat kepada Nenemonews.com, Selasa (10/11/2024).
Meski luas lahan pertanian menempati nomor 6 di Jawa Timur, namun secara produksi gabahnya menempati peringkat ke 2 setelah Lamongan. Produksi beras di Kabupaten Ngawi terus mengalami surplus. Bahkan sanggup menjadi penyuplai kebutuhan pangan nasional.
Supardi menambahkan, untuk produksi padi di 2023 kemarin, sebanyak 771.251 ton Gabah Kering dapat dihasilkan dalam tiga kali musim panen. Yang selanjutnya diolah menjadi beras sejumlah 445.336 ton.
“Tahun 2024 sampai Musim Panen 2, masih kami hitung. Setelah akhir tahun ini sudah ada yang mulai panen seperti di Kecamatan Mantingan sampai akhir tahun panen bisa 3 kali,” jelas Supardi.
Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) merupakan program dari Bupati Ony Anwar Harsono yang berangkat dari melimpahnya hasil panen padi di Kabupaten Ngawi. Di sisi lain, unsur hara sawah banyak yang rusak karena pemakaian pupuk kimia yang berlebihan.
“Pertanian ramah lingkungan ini masih mengkombinasikan pupuk kimia dengan pupuk organik. Selain memperbaiki unsur hara tanah, penggunaan pupuk organik diharapkan menjadi solusi atas pengurangan pupuk subsidi dari pemerintah pusat,” paparnya
“Petani yang sudah memakai pupuk organik baru 45 hektar di 5 desa di Kabupaten Ngawi. PRLB inovasi memperbaiki tanah, dengan itu produksi meningkat dan pertahankan swasembada pangan di Kabupaten Ngawi,” jelas Supardi memungkasi. (Yan)
![]()
