You are currently viewing LBH LIBAS : Kasus Kakon Simpang Kanan Tercium Aroma Korupsi

LBH LIBAS : Kasus Kakon Simpang Kanan Tercium Aroma Korupsi

  • Post author:
  • Post category:Tanggamus

Tanggamus, Nenemonews (Lampung) –
Ketua Lembaga Bantuan Hukum-Lentera Indonesia Berbasis Analys Study (LIBAS) Kabupaten Tanggamus Fikri Yanto,SH menilai ada unsur Korupsinya apa yang dilakukan Kakon Simpang Kanan Kecamatan Sumberrejo, dengan melakukan Mark-Up anggaran kegiatan pembangunan rabat beton tersebut, menurutnya sudah sangat jelas pemberitaan media ada dugaan korupsinya.

Selain itu juga Fikri Yanto, SH juga menyampaikan kasus seperti ini sudah menjadi kebiasaan para oknum pelaksana kegiatan pemerintah seperti Kakon yang sengaja memperkaya diri dengan memanfaatkan jabatan dengan menggunakan anggaran negara,  untuk itulah perlu perhatian semua pihak meluruskan persoalan ini, baik masyarakat, media, Lembaga masyarakat juga aparat penegak hukum.

Menurut Ketua LBH LiBAS ini, kasus Kakon Simpang Kanan ini sudah terang benderang telah terjadi kecurangan disana sini, Volume kegiatan juga kualitas pekerjaan yang buruk, untuk itu diagendakan akan membawa persoalan kasus ini pada pihak yang berwenang,”kita akan lengkapi berkas kasusnya agenda secepatnya membawa kasus ini pada APH,” pungkasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya Kepala Pekon (Kakon) Simpang Kanan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus, Samiri diduga melakukan korupsi anggaran Dana DD Tahun 2023 dengan melakukan Mark-Up anggaran pembangunan rabat beton dijalan makam pekon setempat yang menelan dana hingga ratusan juta.

Menurut sumber yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan jika pembangunan rabat beton jalan makam tersebut dengan volume sepanjang 376meter, dengan lebar jalan 2,5meter dan ketebalan 0,12centi meter, dengan menelan anggaran hingga Rp.142.763.000,- telah dikerjakan dengan hasil kualitas pembangunan dengan mutu rendah.

Sangat tampak jika jalan rabat beton ini sangat empuk semennya, bahkan hanya injak menggunakan alas kaki saja semen rabat beton tersebut mudah hancur, sangat jelas jika kualitas semen dengan adukan yang sangat jelek karena pengerjaan asal jadi.

Selain itu juga pengerjaan proyek rabat beton ini diduga kurang volume karena sangat jelas ukuran lebar jalan 2,5meter hanya sepanjang 200meter saja, sementara ukuran jalan pada ujungnya mengecil kurang dari 2meter, diperkirakan pada titik panjang 200meter sangat tampak jelas volume jalan menjadi kecil atau mengerucut kurang dari 2meter, diperkirakan yang kurang volume sekitar panjang 167meter karena lebar jalan hanya 2meter kurang.

Bahkan keterangan sumber juga ketebalan rabat beton juga kurang atau tidak sesuai dengan sfek ketebalan, bagian tengahnya cembung alias tipis semennya.

Bisa diyakini anggaran pembangunan rabat beton yang menghabiskan dana ratusan juta tersebut diperkirakan paling hanya menghabiskan dana tidak sampai separo anggaran tersebut  karena menurutnya, saat pembangunan hanya menghabiskan 

pasir sekitar 16rit, untuk batu ukuran 23 ukuran split hanya 8rit, sementara semen tidak sampai 200sak semen saja.

Sementara Kepala Pekon Simpang Kanan Samiri, belum bisa diminta konfirmasinya bahkan beberapa kali media ini mandatangi kantor pekonnya tidak ada ditempat, bahkan kaurnya mengaku sangat susah untuk berkomunikasi dengan Kepala Pekon, bahkan jadwal datang kekantor saja mereka tidak tahu, ditelpon pun sangat sulit kakonnya.

Ketika media ini bertemu dengan Sekdes  Simpang Kanan, tidak bersedia dikonfirmasi bahkan saat media wawancara dia keberatan direkam dengan alasan suaranya jelek.

Loading