oleh

Panaskan Mesin Otomotif Ngawi, Black Hoe Racing Team Hadir Ditengah Masyarakat

Ngawi, Nenemonews (Jatim) – Panaskan mesin dunia otomotif bagi kalangan muda kabupaten Ngawi, Black Hoe Racing Team tampil dengan semangat hobi seribu umat. Hadir di tengah lesunya dunia otomotif daerah seakan membawa angin segar bagi kawula muda dalam menyalurkan hobi balap motor.

Lepas dari itu, adanya peran penting dari sosok pembangkit semangat penghobi motor balap, tentunya menjadi barometer bangkitnya olahraga dibawah naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI), salah satunya bagi Agus Budianto.

Pria hamble asal Grudo, Ngawi, itu seakan menjadi pelecut bagi bangkitnya dunia otomotif di Jawa Timur dan Ngawi khususnya. Meski terkesan menjadi pendatang baru di dunia blantika otomotif, namun pria yang akrab disapa Agus “ Black “ tersebut, tidak perlu diragukan lagi loyalitasnya.

Dan untuk kembali menggelorakan semangat otomotif di Kota Ramah, Agus “Black” rela menyisihkan pemikiran serta materinya dengan mendirikan Black Hoe Racing Team, yang pekan silam tampil perdana di perhelatan spektakuler road race di Ponorogo.

Dan saat dihubungi melalui telephon, Agus menjelaskan kiprah awalnya dalam menekuni dunia balap motor. Dengan bahasa hamble-nya menyampaikan tujuan berdirinya Black Hoe Racing Team.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, saya hanya meneruskan tradisi dan kiprah para loyalis lawas Ngawi, untuk membakar semangat dan gairah, melalui berbagai aktifitas yang paling digemari, yaitu otomotif. Selain menumbuhkan rasa bangga dan capaian prestasi. Harapannya, Black Hoe Racing Team ini bisa menjadi cooling system.

Dasar atau panji yang kita usung, memakai Black Hoe atau pacul hitam. Sebagai ikon, legend juga trigger masyarakat yang perkapitanya didominasi agraris. Jadi, tak lagi tendensi ke sebuah produk dan kepentingan kelompok, Melainkan fokus ke prestasi, sapa hangat Agus Black.

Sebagai representasi perilaku patriot dan bermartabat, untuk kembali memboomingkan icon Ngawi di blantika otomotif segmen prestasi. Dan dengan mengusung skema formasi “Oleh Ngawi, Dari Ngawi dan Untuk Ngawi. Jadi semua jajaran pit crew, rider, tuner sampai manager, berasal dari Ngawi dan sekitarnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, bapak dua anak ini juga memiliki keinginan besar untuk merubah mendset, tentang balapan yang cenderung dinilai negatif.

“ Merubah mendset pelaku balapan, agar bisa simpati, berpartisipasi lantas berkontribusi, di ajang prestasi. Syukur-syukur mengadu, untuk menawarkan perhatian ke seluruh pelaku balapan, yang dinilai sebagai hobi “seribu umat”. Sekaligus menyelamatkan remaja belia, yang mudah kena dampaknya. Arah kita memang persis kesana, mengajak kopdar dan sarasehan, bersama para pelaku balapan,” terangnya. (Yan)