oleh

Hattrick, Mahasiswi Kampus The Best ini Raih Beasiswa Dicoding Indonesia 2022

BANDAR LAMPUNG, Nenemonews – Mahasiswi Program Studi (Prodi) Sistem Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Vina Juniarni Rizly kembali mendapatkan Beasiswa Dicoding Indonesia 2022.

Mahasiswi semester VI ini mengikuti seleksi beasiswa pendidikan dari Dicoding Indonesia dinyatakan lulus dan menerima beasiswa pendidikan. Pada 10 Mei 2022 mendaftar dan mengikuti seleksi.

Selanjutnya berselang enam hari mendapatkan pengumuman melalui surat elektronik (email) bahwa dia terpilih mendapatkan Beasiswa Pendidikan dari Dicoding Indonesia. Vina akan menjalani kursus selama sebulan dengan belajar membuat aplikasi back-end untuk pemula dengan Google Cloud. “Iya (beasiswa ketiga dari Dicoding),” ucapnya.

Ia sangat senang bisa mendapat kesempatan kembali untuk belajar di Dicoding Indonesia untuk ketiga kalinya. ”Semoga ilmu yang saya pelajari ini dapat membantu mempermudah saya ke depan dalam perkuliahan,” kata dia.

Selain itu, kesempatan ini juga dapat project akhir untuk meraih sertifikat sesuai dengan course yang dia dipilih. Vina juga mendapatkan kesempatan untuk upgrade skill dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi (ahli). “Alhamdulillah,” kata Vina.

Sementara, Ketua Prodi Sistem Komputer IIB Darmajaya Novi Herawadi Sudibyo, S.Kom., M.T.I., mengatakan sangat bangga dengan mahasiswi yang juga merupakan bimbingannya.

“Vina sebelumnya sangat pemalu untuk mengikuti seleksi. Saya tawarkan untuk mencoba dan setelah berhasil pertama kalinya langsung ketagihan untuk ikut seleksi beasiswa lainnya,” ucapnya.

Kaprodi berharap prestasi yang diraih ini dapat menular kepada mahasiswa IIB Darmajaya lainnya dan Prodi Sistem Komputer secara khusus. “Kami prodi bersama dosen selalu memacu mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan yang terbuka luas saat ini, untuk menambah wawasan, skil, dan pengetahuan.” ungkapnya.

Menurutnya, Vina dapat menjadi contoh mahasiswa/i Prodi Sistem Komputer lainnya untuk memberanikan diri ikut seleksi hingga menjadi tertarik setelahnya. Ketertarikan yang semula berawal dari coba-coba, kini menjadi sesuatu yang positif dengan meraih banyak ilmu dari beasiswanya. “Semoga ilmu yang dipelajari di kampus dan diluar kampus ini dapat menjadi bekal untuk menghadapai perkembangan teknologi dan dunia kedepan.” tutupnya. (**)