oleh

UPT IO dan Prodi Manajemen IIB Darmajaya Gelar General Lecture CRM dan Digital Marketing

BANDAR LAMPUNG, Nenemonews – Unit Pelaksana Teknis Internasional Office (UPT IO) bersama Program Studi (Prodi) Manajemen dan Bisnis Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar General Lecture ‘The Recent Ways of Implementing Digital Marketing and Customer Relationship Marketing”, Rabu (27/4/22).

Hadir sebagai pembicara Nurhayati, S. Kom., Manager Customer Care PT Tunas Dwipa Matra (TDM) dan Dr. Michael Ibrahim Mehmet dari University of Wollongong, Australia. General Lecture diikuti puluhan mahasiswa dari Prodi Manajemen dan Prodi Bisnis Digital.

Sekretaris Prodi Manajemen IIB Darmajaya, Rico Elhando Badri, S.E., M.E.I. mengatakan kegiatan hari ini untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai Customer Relation Marketing (CRM) dan Digital Marketing.

“Bicara Digital Marketing kita tidak bisa menghindari untuk bicara revolusi industri 4.0. Dengan adanya pandemi ini juga membuat kita bergerak secara digital,” ungkapnya.
Menurut dia, kebiasaan dan pemasaran dalam menggaet konsumen akan berbeda dari sebelum pandemi. “Semoga dapat mengambil ilmu dari para narasumber,” imbuhnya.

Nurhayati mengatakan CRM sangat penting dalam meningkatkan revenue ataupun keuntungan dari perusahaan. “Dampak pandemi ini banyak membuat perubahan dari bisnis. CRM salah satu sarana untuk menjalin hubungan yang berkelanjutan antara perusahan dengan stakeholdernya (pelanggan, pegawai, pemilik saham, partner dan lainnya),” ungkapnya.

Banyak perusahaan yang menggunakan strategi CRM agar pelanggan mereka tetap kembali menggunakan produk & jasa mereka. Perusahaan beralih bisnisnya dengan kondisi pandemi ini melalui digital.

“Perusahaan juga melakukan dengan metode CRM. Seperti halnya dilakukan oleh Gojek yang mengirimkan pesan berupa penawaran untuk menggunakan layanan mereka melalui aplikasi masing-masing pengguna,” ujarnya.

Masih kata dia, CRM tanpa database pelanggan is impossible. “Landasan CRM adalah customer database, sehingga database perlu dimanfaatkan dengan membuat layanan yang tepat sasaran untuk mendapatkan hasil yang besar. CRM yang banyak invest di teknologi database tapi tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi sia-sia,” ucapnya.

Nurhayati juga menjelaskan tahapan dalam membangun konsumen dalam CRM. Pertama, acquire (penawaran produk), enchance (menciptakan hubungan erat dengan pelanggan), dan retain (segmented program/spesial activity).

“CRM adalah tools marketing. Bagaimana profil customer kita, bagaimana men-treatment konsumen kita lebih dekat, bagaimana kita menjaga konsumen yang sudah loyal, atau konsumen yang baru pertama kali bisa dekat dengan kita,” bebernya.

Sementara, Dr. Michael Ibrahim Mehmet mengatakan selama pandemi orang lebih banyak menghabiskan uang dalam aktivitas online atau daring. “Orang juga banyak menghabiskan waktu dengan mencari sesuatu tetapi tidak membeli dan juga banyak menghabiskan waktu dalam membuat konten,” ucapnya.

Michael juga menerangkan kemampuan yang harus dimiliki tahun 2022 yang memiliki keterkaitan erat dalam digital marketing. Diantaranya big data and analytics, marketing analytics, marketing automation, search engine optimization, building audiences, dan conversion rate optimisation.

Selain itu, juga dibutuhkan juga kemampuan copywriting, social media marketing, video content creation, content writing and copywriting, dan web design and development.
“Era digital membuat orang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melihat media sosial. Hal ini membuat digital marketing menjadi hal yang efektif dilakukan,” tandasnya. (**)