oleh

Tokoh Masyarakat Terima Penghargaan di HUT Tubaba Ke-13

Tulang Bawang Barat, Nenemonews (Lampung)  — Tokoh pemekaran Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mendapatkan penghargaan dari Pemerintah kabupaten setempat. Penghargaan tersebut diberikan saat digelarnya rapat paripurna di gedung DPRD Tubaba dalam rangka memperingati hari jadinya Tubaba ke-13.

Tokoh itu ialah, salah satunya Khoiri Rujungan, yang saat itu ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulangbawang dari Partai Golkar, periode 1999-2004.

Khoiri Rujungan, tentunya tidak sendiri. Ia dibantu beberapa rekan sejawatnya dalam memekarkan kabupaten Tulangbawang Barat dan kabupaten Mesuji Lampung yang pada saat itu masih dalam lingkup Kabupaten Tulangbawang (Tuba).

Pada tahun 2019, dua kabupaten tersebut resmi menjadi kabupaten definitif.

Khoiri Rujungan beserta delapan tokoh masyarakat yang hadir di rapat paripurna DPRD Tubaba secara simbolis menerima piagam penghargaan dari Pemkab setempat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Asisten I Bagian Pemerintahan Setdaprov Lampung Qudrotul Ikhwan kepada Khoiri Rujungan.

Tokoh masyarakat yang hadir dan menerima piagam penghargaan itu Hanan A Rojak, Syahmin Suttan Seimbang (Alm) dan diwakili, Tamhir Sabak, Marwan Arifin, Adeham (Alm) diwakili, Nidalia Johansyah Makki, M Saleh Sulaiman (Alm) diwakili, dan Fahrudin.MS. (Alm) diwakili.

Khoiri Rujungan berharap kedepannya Kabupaten Tulangbawang Barat tetap menjujung tinggi peradaban yang maju, sejahtera dan berdaya saing.

“Ingat, kita harus mengutamakan peradaban dari segalanya,” cetusnya kepada nenemonews.com, Selasa (5/4/2022).

Dalam sambutannya, Bupati Tubaba, Umar Ahmad menyampaikan, pada perayaan HUT ke-13 Kabupaten Tulangbawang Barat, menjadi momentum evaluasi terhadap apa yang telah kita sumbangkan untuk Tubaba, khususnya dalam mendorong terciptanya peradaban yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. 

“Sebab, seiring perjalanan panjang yang telah dilalui, Kabupaten Tubaba telah mengalami perubahan signifikan, baik dari aspek fisik, sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya Umar, peringatan tiga belas tahun Kabupaten Tulangbawang Barat harus dimaknai sebagai sarana meningkatkan dan memanfaatkan daya fikir yang lebih maju, sesuai visi Kabupaten Tulangbawang Barat “Maju, Sejahtera dan Berdaya saing”.

“Selamat dan terima kasih kepada tokoh masyarakat penggagas pemekaran Kabupaten Tulangbawang Barat,” ucapnya di rapat paripurna yang berlangsung di ruang rapat utama gedung DPRD setempat, Tiyuh/Desa Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah.(lihin)