oleh

Lapak Ramadhan Dipungut Uang Sewa

Tulang Bawang Barat, Nenemonews (Lampung) – Pasar ramadhan yang terletak di halaman pasar modern Tiyuh (Desa) Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) nampak ramai dipadati pengunjung.

Pantawan wartawan di lokasi pada Selasa, 05 April, 2022 dagangan takjil berbagai jenis mendominasi jualan para pedagang. Salah satunya dea yang berdagang es buah.

Dea mengatakan dalam sehari dapat menghabiskan 15 cup es buah, dengan keuntungan hanya Rp80.000. Meski demikian, dirinya bersyukur dapat meraup rezeki di pasar pulung tersebut.

“Ya alhamdulillah. Kami disini bayar uang sewa lapak Rp150.000 selama satu bulan puasa ini,” ujarnya.

Selain itu, Endah pedagang sayur mayur mengatakan sudah menjadi rutinitasnya setiap tahun selama bulan puasa berjualan dipasar ramadhan.

“Setiap bulan puasa dari tahun ketahun jualannya. Kalau syarat jualan disini ya bayar sewa lapak Rp150.000 dan parkir Rp2000 saja. Kepinginnya sih lapak pedagang ini dikasih tenda gitu, biar kalau hujan atau panas ya tetap nyaman,” harap Endah.

Terpisah, Yohanes Parno pedagang es degan kelapa muda mengeluhkan keterbatasan lapak yang didapatnya. Dia juga berharap pengelola pasar dapat memberikan fasilitas yang memadai.

“Caranya dagang disini daftar dan administrasi nanti, tempat mereka yang menentukan, kasih nomor begitu. Sewanya Rp150.000 satu bulan ini. Harapannya ya diperbaikilah, inikan sepertinya sempit, kalau disitukan luas enak, juga kalau dikasih tenda jadi nyaman,” tandasnya.

Penarikan uang sewa lapak kepada puluhan pedagang ini tentu menimbulkan kejanggalan, betapa tidak, seperti diketahui pasar pulung tersebut belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) sebagai landasan dasar payung hukum sehingga diduga tindakan tersebut sebagai ‘Pungutan Liar’ (Pungli) yang dilakukan pengelola pasar.

Selain itu, didalam bangunan megah pasar pulung tersebut juga sudah tersedia lokasi khusus kuliner, namun anehnya pasar ramadhan justru digelar dihalaman pasar, sehingga disinyalir akal-akalan ini menjadi dasar pengelola pasar untuk melakukan penarikan kepada pedagang.(herwan)