oleh

Wabup Ali Buka Kegiatan Pertemuan Audit dan Manajemen Kasus Stunting

Way Kanan, Nenemonews – Peningkatan kualitas manusia Indonesia merupakan salah satu misi sebagaimana tertera pada RPJMN Tahun 2020-2024 dengan salah satu indikator dan target prevelensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada balita yaitu 14% pada Tahun 2024. Berdasarkan Perpres No 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, telah ditetapkan 5 (lima) strategi Nasional dala percepatan penurunan stunting, yaitu Pertama, Peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di Kementerian/Lembaga Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Kampung/Desa. Kedua, Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga, Peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di Kementerian/Lembaga, Pemprov, Pemkab/Pemkot dan Pemerintah Kampung/Desa. Keempat adalah Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat serta yang kelima yaitu Penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset dan inovasi.

Hal tersebut, disampaikan Wakil Bupati Drs. Ali Rahman, M.T saat membuka Kegiatan Pertemuan Audit dan Manajemen Kasus Stunting di Kabupaten Way Kanan, Rabu (23/03/2022) di GSG Pemkab setempat yang dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Drs. Rudy Budiman, Narasumber dr. Jayanti Mandasari Nasution,

Ali Rahman dalam arahannya juga menyampaikan,Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar, prevelensi stunting pada balita telah mengalami penurunan dari 37,2% di Tahun 2013 menjadi 30,8% pada Tahun 2018, namun angka tersebut masih cukup tinggi, karena artinya pada 1 dari 3 balita masih mengalai stunting, begitu pula pada Tahun 2017 berdasarkan penelitian Pemantauan Status Gizi (PSG) Angka Stunting Kabupaten Way Kanan berada di persentase 30,07% sedangkan 2018 berdasarkan Riskesdes Kabupaten Way Kanan 36,07% dan berdasarkan SSGBI Tahun 2019 angka stunting Kabupaten Way Kanan sebesar 18,09%. Smenetara itu, untuk angka Stunting pada Tahun 2020 tidak ada penelitian dikarenakan terkendala pandemi Covid-19 yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Way Kanan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Rudy Budiman dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepala Pemerintah Kabupaten Way Kanan atas terselenggaranya Pertemuan Audit dan Manajemen Kasus Stunting, serta penerbitan Surat Keputusan Bupati Way Kanan tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Way Kanan sampai dengan Tingkat Kecamatan. Pemerintah Indonesia telah menetapkan Stunting sebagai isu prioritas Nasional. Dimana komitmen tersebut terwujud dalam masuknya stunting kedalam RPJMN 2020-2024 dengan target penurunan yang cukup signifikan dari kondisi 27,6% pada Tahun 2019 diharapkan menjadi 14% pada Tahun 2024.

“Kegiatan ini dioperasikan dalam bentuk pertemuan dalam percepatan penurunan prevalensi stunting yang diselenggarakan secara berkala ditingkat Kabupaten/Kota guna membedah secara tuntas kasus-kasus pendampingan dengan tingkat kesulitan tinggi mulai dari penyebab, tatakelola yang sedang diterapkan, kendala yang terjadi serta tingkat efektifitas pendampingan yang rendah sebagai bahan yang akan dievaluasi bersama para konsultan/pakar untuk mendapatkan solusi yang resonsif dan aplikatif”. tutup Rudi.(p)