oleh

Tindak Lanjut Kejari Ngawi Dalam Laporan Pecah Paket Kegiatan Disparpora

Ngawi, Nenemonews – Langkah Kejaksaan Negeri Ngawi dalam menangani laporan masyarakat terkait kegiatan Gelar Budaya Ngawi tahun 2021 pada tahap penyelidikan. Apakah ada tindakan yang mengarah ke tindak pidana.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Kajari Ngawi sampaikan perkembangan laporan dengan tindak lanjut pada penyelidikan, apa ada kegiatan dalam pecah paket yang mengarah ke pidana.

“Proses penyelidikan, masih cari peristiwa yang mengarah pidana” kata Budi Raharjo Kajari Ngawi dalam pesan WhatsApp.

Laporan tersebut berawal dalam Kegiatan Gelar Budaya Ngawi tahun 2021 senilai 445 juta rupiah yang terbagi 3 kegiatan dalam Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Yang dilaporkan warga ke Kejaksaan Negeri Ngawi, Pelapor sebelumnya sudah melayangkan surat somasi namun tidak ada jawaban dinas terkait.

Menurut pelapor Irwan Febrianto Nugroho, pelaporan tentang dugaan adanya perbuatan melawan hukum terkait pemecahan paket kegiatan di 2021 lalu. Diantaranya, Pagelaran Seni Pertunjukan Rakyat Rp. 150.000.000, Pentas Seni Tradisi Rp. 150.000.000, Seni Budaya Adat Rp. 145.000.000, bersumber dari APBDP Ngawi 2021 , dengan mata anggaran yang sama.

Irwan Febrianto Nugroho mengatakan ada dua kegiatan diantaranya dimenangkan oleh CV yang sama berikut nilai pagu anggaran serta harga negoisasinya yakni, kegiatan Pagelaran Seni Pertunjukan Rakyat Rp. 150.000.000 , dimenangkan CV Deteksi Communication dengan harga negoisasi Rp 147.125.000, dan kegiatan Pentas Seni Tradisi Rp.150.000.000, juga dimenangkan CV. Deteksi Communication dengan harga negoisasi Rp147.125.000.

Untuk kita ketahui dalam Peraturan Presiden (Perpres) 16/2018, pasal 20 ayat (2) huruf (d) jelas berbunyi, dalam melakukan pemaketan pengadaan barang/jasa, dilarang, memecah pengadaan barang/jasa menjadi beberapa paket dengan maksud menghindari tender/seleksi. (Yan)