oleh

Dua Warga Ngasem Ditangkap Polres Bojonegoro

Bojonegoro, NenemoNews [Jatim] – Pihak kami mengamankan 2 orang pengedar narkotika jenis sabu disertai penyalahgunaannya.

“Awalnya petugas melakukan penangkapan kepada JF, yang sekaligus anak tersangka JR, pada 16 Januari kemarin.” kata Kapolres Muhammad.

Dalam penggeledahan itu polisi menemukan barang bukti narkotika jenis sabu. Selanjutnya petugas melakukan introgasi terhadap JF.

“Para tersangka warga desa Ngasem, Bojonegoro.” kata Muhammad saat rilis pada 20 Januari 2022 siang.

Kemudian petugas melakukan pengembangan kasus itu dan mendapat keterangan jika barang haram itu telah dijual kepada GTM.

“GTM ditangkap pada 16 Januari tengah malam.” celoteh Muhammad. Atas peristiwa tersebut polisi membawa GTM ke Mapolres beserta barang bukti guna penyidikan lebih lanjut.

Tersangka terancam pasal 144 (1) dan pasal 112 (1) huruf a UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Ada handphone, uang 3 juta rupiah, itu barang buktinya.” jelas Muhammad.

Muhammad juga mengungkap kasus lainnya. Kata dia, warga masyarakat disuruh berhati-hati bila kenalan dengan orang yang belum dikenal.

Karena saat itu pihaknya berhasil membekuk satu orang tersangka pelaku penipuan melalui aplikasi Tantan.

Melalui aplikasi tersebut tersangka mencari sasarannya dengan target lawan jenis agar mudah terpikat dengan tersangka yang mengaku sebagai pengusaha besar.

Dengan alasan itu tersangka mencari rekan kerja untuk bekerjasama dengan mengajak bertemu calon korban di wilayah tempat tinggal korban.

“Korbanya orang Bojonegoro. Pelakunya PA, warga desa Patranrejo, Kecamatan Barbek Kabupaten Nganjuk.” ucap Muhammad.

Kata Muhammad, pelaku diamankan disalah satu hotel di Bojonegoro. Saat ditangkap pelaku masih membawa motor miliknya korban yang dibawa lari pelaku.

Pelaku berhasil membawa lari motor korban dengan dalih meminjam untuk membeli makanan.

“Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 378 dan 372 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tegas Muhammad.

Dari keterangan pelaku, tersangka sudah melakukan penipuan terhadap 4 orang melalui aplikasi yang sama dengan bujuk rayu. [Korjatim].

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed