oleh

Persoalan Lapak Karet Belum ada Titik Temu

WAY KANAN, Nenemonews (Lampung) – Dalam menindaklanjuti keluhan warga kelurahan Campur Asri dan Mekar Asri, kecamatan Baradatu mengenai bau busuk yang ditimbulkannya dari limbah karet milik pak Meri dan ibu Diah,RK dan Babinsa kelurahan Campur Asri melakukan pemanggilan, Rabu (24/11/2021).

Wanto selaku ketua RK melakukan pemanggilan kepada warga dan pemilik lapak karet pak meri agar permasalahan pencemaran bau busuk dari limbah karet milik pak meri ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,yang juga turut di hadiri oleh Babinsa setempat.

Sebelum dilakukan musyawarah Tim media melakukan konfirmasi dan meminta tanggapan Lurah atas berita yang sudah tayang dan menyangkut warganya melalui sambungan WhatsApp.

Dan tanggapan whatsap nya mengatakan bahwa belum bisa komentar,karena berharap permasalahan tersebut bisa selesai ditangani oleh RK dan Babinsa,dan juga jika permasalahan itu belum menemui titik terang maka saya akan memanggil warga dan pemilik Lapak karet tersebut ,kekantor kelurahan serta memberi komentar apa yang sudah terjadi”. Ujar Roni selaku lurah.

Setelah di dimusyawarahkan bersama-sama,Sehingga belum ada titik terang karena warga tetep menginginkan pak meri pindah lokasi usaha atau ganti usaha lain,namun disisi lain pak meri tetep bersi keras bahwasanya Dengan alasan jika harus pindah juga membutuhkan modal.Ungkapnya.

“Saya sudah berusaha mencari solusi agar limbah karet itu tidak bau dan akan menggeser lebih kebelakang dan saya usahakan tertutup untuk meminimalisir bau”Kata meri.

Babinsa dan RK menyampaikan bahwa permasalahan ini akan lanjut di serahkan ke pimpinan tertinggi di kelurahan Campur Asri yakni lurah.
“Akan segera saya laporkan ke kelurahan hasil musyawarah hari ini dan akan saya coba jadwalkan untuk pemanggilan warga dan pemilik lapak”Tutup Babinsa.
Di tempat terpisah salah satu warga yang terdampak bau karet ,yang enggan di sebut nama nya mengatakan bahwa kami berharap pak meri memahami apa yang di inginkan warga ,Jagan berpikir untuk diri sendiri ,karna kita hidup ,perlu dengan tetangga ,jadi tolong pahami ,kita bukan minta usaha nya tutup tapi ,usaha tersebut ,jauh dari lingkungan warga ungkap salah satu warga .
(Ajoi )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed