oleh

Masterplan Pendirian Tower Telekom Belum Ada di Ngawi

Ngawi, Nenemonews (Jatim) – Belum adanya masterplan pada pendirian tower telekomunikasi di wilayah kabupaten Ngawi pengajuan PBG gunakan Rencana Tata Ruang Wilayah tahun 2010. Hal ini disampaikan DPUPR melalui bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan Kabupaten Ngawi.

“Masterplan tata ruang di wilayah kabupaten Ngawi masih dalam proses pembentukan, dalam proses pengajuan PBG kita menggunakan RTRW(Rencana Tata Ruang Wilayah) tahun 2010” kata Jarot kasi Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan DPUPR kabupaten Ngawi.

Mengingat tower BTS bangunan beresiko tinggi dalam pengajuan ijin pendirian harus menggunakan PKKPR(Persetujuan Kesetujuan Kegiatan Pemanfaatan Ruang) yang tertuang dalam undang-undang dengan persetujuan dinas terkait dan masyarakat. Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah(TKPRD) yang akan turun melakukan verifikasi lapangan.

Lebih lanjut Jarot mengatakan “tower BTS bangunan beresiko tinggi secara otomatis dalam pengajuan perijinan di sistem OSS rba harus menggunakan PKKPR yang diverifikasi Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah, dalam sistem masih menggunakan secara manual yang diatur PP nomor 15/2021, PP nomor 13/2021, Permen ATR nomor 15/2021”.

Perlu kita ketahui peran serta masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang juga diatur pada Peraturan Pemerintah nomor 68 tahun 2010 pasal 9 a.masukan terkait arahan dan/atau peraturan zonasi, perijinan, pemberian insentif dan disinsentif serta pengenaan sanksi.(Yan)