oleh

Prodi SI IIB Darmajaya Gelar Workshop Aman dalam Pemanfaatan Produk Sistem Informasi di Era Transformasi Digital

BANDAR LAMPUNG, Nenemonews – Program Studi Sistem Informasi (Prodi SI) IIB Darmajaya menggelar workshop ‘Aman dalam Pemanfaatan Produk Sistem Informasi di Era Transformasi Digital’ pada Jumat, (5/11/2021).

Workshop diisi Dr. Sutedi, M.T.I. dengan topik Keamanan Data Pribadi dan Dr. Handoyo Widi Nugroho, M.T.I. yang menyampaikan tema Kenali Hoax. Kegiatan yang digelar secara daring ini juga dimoderatori Melda Agarina, S.Kom., M.T.I. dengan diikuti lebih dari 500 peserta se Lampung.

Sutedi mengatakan kalau di dunia IT yang lebih dulu tahu dapat menginformasikannya. “Sebenarnya kita bicara Teknologi Informasi sudah lama pemanfaatannya tetapi akhir-akhir ini menjadi masif dikarenakan pandemi Covid-19. Dengan adanya Covid-19 ini juga kita harus menjaga jarak namun dengan semua itu untuk mengatasi jaga jarak dapat diselesaikan dengan teknologi informasi. Semua sektor kini telah menggunakan teknologi,” ungkapnya.

Dengan masifnya hal tersebut, lanjut dia, harus sadar produk teknologi informasi membuat celah kepada pelaku kejahatan untuk menyalahgunakan data pribadi. “Maka ini juga melatarbelakangi kita untuk memiliki pengetahuan dari sisi digital safety dan digital security. Karena dibalik kemudahan teknologi yang ada terdapat ancaman dan resiko yang dapat terjadi,” tuturnya.

Diantaranya hindari sharing data, tidak menggunakan wifii publik, dan tidak membuka laman atau halaman website secara sembarangan. “Yang terbaru tidak mudah percaya dengan pesan atau telepon dari orang yang mengaku saudara, teman atau dosen untuk memohon bantuan uang. Ini yang jangan langsung percaya. Bisa menambahkan aplikasi true caller untuk mengecek siapa yang menghubungi,” imbuhnya.

Sementara, Handoyo Widi Nugroho menuturkan bagaimana menangkal hoax dengan metode cakap (cerdas, kreatif, dan produktif). “Penetrasi penggunaan internet yang semakin tinggi juga harus diwaspadai oleh kita dalam pemanfaatkan produk sistem informasi di era transformasi digital. Dengan semua dapat diakses melalui smartphone juga membuat informasi luas banyak diterima langsung. Dengan hal ini juga memiliki kecenderungan dapat menerima informasi ataupun berita bohong/hoax,” ungkapnya.

Ketua Prodi Sistem Informasi ini membagikan tips dalam mengantisipasi hoax yang beredar. Pertama, memeriksa ulang judul berita provokatif, meneliti alamat situs web, dan membedakan fakta dengan opini. “Jangan sampai jari kita langsung membagikan berita dari Whats App grup ataupun personal chat yang diterima. Pastikan semua informasi tersebut secara detail dan benar,” tutupnya. (**)