oleh

Siap Gelar Katpuan Abit Dikjurba Otsus TNI AD, Danrem 081/DSJ Pimpin Rakor

Madiun, Nenemonews – Sebanyak 1.000 calon Bintara asal Papua digembleng di sejumlah Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) di Pulau Jawa untuk menjalani Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Otonomi Khusus Orang Asli Papua (OAP) Kodam XVIII Kasuari TA 2020.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memberikan wawasan sehingga para siswa calon bintara mengetahui dan mengenal Indonesia secara utuh, bukan hanya Papua dan Papua Barat.

Dari angka itu, Kodam V/Brawijaya menerima 260 siswa calon Bintara PK Otsus Papua yang telah dididik di Rindam V/Brawijaya selama 20 minggu.

Selain dididik di berbagai Rindam di Pulau Jawa, mereka juga akan menerima berbagai pembekalan ilmu teritorial di satuan-satuan teritorial, salah satunya Korem 081/DSJ.

Terkait hal itu, Korem 081/DSJ sangat memprioritas tugas tersebut dengan berupaya merencanakan dan mempersiapkannya dengan baik.

Untuk itu, siang ini mereka menggelar Rakor kesiapan penyelengaraan kegiatan peningkatan kemampuan (Katpuan) Abit Dikjurba Otsus TNI AD sebagai lanjutan dari Dikmaba yang telah dilakukan sebelumnya.

Danrem 081/DSJ, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E., M.Si. yang memimpin Rakor tersebut, menjelaskan terkait kegiatan yang akan dilaksankan nantinya.

“Nantinya sebanyak 86 siswa Abid Dikjurba Otsus TNI AD akan diberikan pembinaan selama 10 minggu yang disebar di Koramil-Koramil yang terdapat di 4 kodim di jajaran Korem/DSJ,” terangnya di Ruang Binter Makorem, Jl. Pahlawan No. 50 Kota Madiun, Rabu (19/5/2021) siang.

Kegiatan yang mengambil tema Katpuan Apter yang adaptif, profesional, berwawasan kebangsaan, nasionalis dan cinta NKRI akan mulai dilaksanakan dari 6 Agustus – 20 Oktober 2021 mendatang.

Dia juga menjelaskan terkait berbagai sasaran yang harus dicapai dalam pelaksanaan kegiatan tersebut nantinya.

“Adapun sasaran yang harus dicapai meliputi terwujudnya pemahaman wawasan kebangsaan atau bela negara, terwujudnya kepribadian yang dimiliki yaitu semangat juang, rasa nasionalisme dan cinta NKRI, serta terwujudnya pemahaman, keterampilan dan penggunaan dalam aplikasi pengetahuan teritorial,” urainya.

Oleh karena itu, dia meminta agar para Staf dan Dandim di jajarannya yang tampak hadir untuk dapat menyelenggarakannya dengan baik. “Saya ingin kegiatan ini dapat menjadi prioritas utama ke depannya,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed