oleh

Depan Rumah Kades Ketileng Dihotmix, Warga: Melek Pak Kades, Melek

Bojonegoro, NenemoNews (Jatim) – Bahu jalan yang berada di depan rumah pribadi Kades Ketileng dihotmix.

Hal itu atas perintah Suwito sendiri selaku Kepala Desa Ketileng kurang lebih lebarnya 5 x 10 meter.

Penghamparan hotmix di luar pagar rumah pribadi kades itu sama halnya Suwito menimbulkan polemik di desa yang ia pimpin.

Pasalnya, ruas jalan poros kecamantan tersebut notabene menjadi tanggung jawab penuh pihak pemda setempat secara rehab maupun perbaikan.

Semenatara itu, didalam Desa Ketileng masih banyak jalan lingkungan yang membutuhkan perbaikan maupun rehabilitasi.

Seperti yang diucapkan MJ, pria berusia 45 tahun, dihotmixnya bahu jalan di luar pagar depan rumah pribadi Suwito, jelas-jelas kades seperti menggali lubang untuk dirinya sendiri.

Karena sudah jelas bahwa jalan poros kecamantan tersebut menjadi tanggung jawab penuh pemkab, dalam hal ini Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang, Bojonegoro.

Lebih dari itu, pelaksanaan pengahamparannya bebarengan dengan penghamparan hotmix di jalan lingkungan Rt 08/04 desa setempat.

“Nek ngaspal kui bareng ngaspal ratan lingkungan Rt 08/04 kae mas.” ucap MJ pada Senin 1 Maret 2021 siang saat ditemui.

Waktu itu, MJ terlihat marah sekali karena ada bantuan keuangan desa (BKD) dari pemda setempat yang dalam pelaksanaannya dianggap kurang tepat sasaran walaupun hanya sedikit.

Dia juga menceritakan bahwa pelaksanaan pekerjaan jalan hotmix di jalan lingkungan tersebut merupakan BKD akhir tahun 2020 dari Pemda Bojonegoro.

“Warga ojo diangep bodho kabeh.” jelas MJ.

Menurut dia, masih banyak warga masyarakat desa setempat yang mempunyai pemikiran atau mindset menengah ke atas.

“Saya minta tolong kepada kades jangan anggap warga itu mindsetnya menengah ke bawah semua. Melek pak kades, melek.” pesen MJ sambil gigit giginya.

Namun sayangnya, Kades Suwito tidak ada di kantor balai desa saat ditemui.

Menurut keterangan para staf yang berjumlah 6 orang kades keluar dari ruang kerja pukul 10.00 WIB.

Kemudian, salah satu staf memberikan nomernya Suwito, dan staf meminta kepada awak media agar langsung menghubungi dia lewat saluran teleponnya.

Bermodalkan nomer Suwito, awak media mencoba menghubungi lewat WhatsAppnya, waktu itu centang dua dan berwarna hitam.

Sesaat kemudian, ketika hendak dihubungi lagi lewat telepon WhatsAppnya terlihat jelas bahwa nomer Suwito sedang online, namun kades tidak mau mengangkatnya.

Di tempat terpisah, Kadir selaku ketua timlak membenarkan bahwa hotmix yang digelar di luar pagar rumah pribadi kades tersebut adalah bagian dari hotmix BKD akhir tahun 2020.

“Ngelere aspal kui bareng ngelere aspal ratan lingkungan.” jelas pria paruh baya itu.

Kata Kadir, ada dua (2) orang dari pihak Kejaksaan Negeri Bojonegoro yang melakukan audit jalan lingkungan tersebut pada Minggu kemarin.

“Enek wong loro (2) teko kejaksaan ndelok ratan kui. Sak jerone Minggu wingi.” ujar Kadir.

Pada saat ditanya kenapa pihak Kejaksaan Negeri Bojonegoro kok sampai datang mengaudit pekerjaan jalan itu?

Apakah memang pekerjaan itu tidak sesuai spesifikasi teknis yang telah ditentukan?

Kadir menjawab, “Yo ngono kui.”

Lebih lanjut Kadir menjelaskan bahwa BKD jalan hotmix di lingkungan itu dalam pelaksanaannya digelar sampai dua (2) kali.

“Pisan kae diler (digelar) Desember. Peng pindone diler (digelar) Januari.” cerita Kadir saat ditemui di rumahnya kemarin. (N25).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed