Sitename

Description your site...

Massa Koalisi Rakyat Menggugat Datangi Panwaslu Tubaba

Massa Koalisi Rakyat Menggugat  Datangi Panwaslu Tubaba

Tulang Bawang Barat, Nenemonews (Lampung) – Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Menggugat Pilkada Lampung 27 Juni 2018 mendatangi sektetariat Panwaslu setempat, di Tiyuh Candra Mukti, Tulang Bawang Tengah, Jumat (07/07/2018).

Korlap aksi Ahmad Huzaini dalam orasinya menguraikan ketidak berdayaan penyelenggara pilkada, penegak hukum dan rakyat pemilih Pilgub Lampung 2018 di Tubaba menggulung praktik pembajakan demokrasi rakyat yang terang-terangan dilakukan Purwanti Lee.

“Luar biasa! Panwaslu, penegak hukum, KPU sudah melihat, apalagi masyarakat sudah melihat kecurangan sistematis dan politik uang yang dilakukan paslon nomor urut tiga secara terang-terangan. Arinal-Nunik sudah harus didiskualifikasi dari peserta Pilgub Lampung,” pekik Ahmad Huzaini.

“SGC bukan hanya campur tangan dalam Pilgub Lampung, melainkan sudah terang-terangan mendanai Arinal-Nunik untuk menangkan Pilgub dengan cara-cara yang hina, dengan cara-cara yang sudah melenceng jauh dari norma-norma demokrasi,” ujarnya berapi-api.

Sementara, penanggung jawab aksi Ponco Nugroho menambahkan, pihaknya kecewa oleh kepongahan SGC-Nyonya Lee atas kesewenangannya yang makin terlihat ingin merusak indahnya pesta demokrasi lima tahunan dan mencederai kehidupan demokrasi rakyat Lampung.

“Kami minta Panwaslu, KPU, dan penegak hukum pilkada tetap menjaga profesionalisme, mengusut tuntas asal-usul sumber dana kampanye Arinal-Nunik yang tak wajar, serta usut tuntas uang pajak SGC,” pintanya, yang kemudian mengomandoi aksi penandatanganan kain kafan simbol kematian demokrasi Lampung sebelum diserahkan ke jajaran Panwaslu Tubaba.

Demi menyambut tuntutan massa aksi, Ketua Panwaslu Tubaba Midiyan menegaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya selaku pengawas pemilu, pihaknya senantiasa mengedepankan independensi dan profesionalisme.

Termasuk dalam menangani data laporan dan temuan dugaan pelanggaran Pilkada Lampung di Tubaba yang diakuinya telah disampaikan seluruhnya ke Bawaslu Lampung.

“Kami tegaskan, semua data pelanggaran pilkada tak ada lagi yang tersisa di Panwas, semua sudah kami sampaikan ke Bawaslu Lampung,” kata Midiyan.

Mendengar penegasan itu, ratusan massa Koalisi Rakyat Menggugat yang dijaga ketat aparat Polres Tubaba dan Polsek Tuba Tengah akhirnya membubarkan diri. (ari/N6)

2,673 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan