Sitename

Description your site...

Program Baperlahu Mesuji Meningkat dari 699 Menjadi 1360

Program Baperlahu Mesuji Meningkat dari 699 Menjadi 1360

Nenemonews Mesuji (Lampung) – Pada tahun 2018 program pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Dinas Perumahan dan kawasan Permukiman Kabupaten Mesuji, akan meningkatkan program  Bantuan Perumahan Layak Huni (BAPERLAHU) yang ada di wilayah kabupaten mesuji.

Bantuan perumahan layak huni (Baperlahu) ini merupaka Tujuan program utama Bupati Mesuji Khamamik untuk menghapuskan rumah-rumah yang tidak layak huni yang ada di kabupaten mesuji, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman kabupaten mesuji, di tahun 2018 ini meningkat Bantuan Baperlahu menjadi 1360 rumah yang sebelumnya di tahun 2017 hanya 699 rumah.

Saat di temui Nenemonews.com di ruang kerjanya, Jum’at (12/01/2018) Kepala Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman Kabupaten Mesuji Huminsalubis, melalu Kepala Bidang Permukiman Perumahan dan bangunan gedung Andre Al Rendra mengatakan, ”untuk jumlah penerimaan bantuan Baperlahu pada tahun 2018 meningkat dari tahun 2017.” Jelasnya.

“Yang Sebelumnya tahun 2017 bantuan baperlahu sekitar 699 rumah, yang terdiri bantuan Rumah Khusus (RK) dan rumah setimulan. untuk bantuan rumah khusus (RK) pada tahun 2017 mendapatkan bantuan sebesar Rp. 30 juta per rumah, sedangkan untuk bantuan rumah setimulan mendapat bantuan sebesar Rp. 15 juta per rumah. ” Ucap andre.

Pada tahun 2018 ini bantuan Baperlahu mengalami peningkatan menjadi 1360 rumah, “untuk rumah khusus (RK) yang sebelumnya pada tahun 2017 mendapatkan bantuan sebesar Rp. 30 juta, di tahun 2018 bantuan rumah khusus mejadi Rp. 32 juta, penambahan ini untuk tambahan ongkos bongkar rumah yang lama, sedangkan untuk bantuan rumah sitimulan masih tetap Rp. 15 Juta. Jumlah bantuan rumah meningkat dan angak bantuannya pun ikut neningkat.” Imbuhnya.

Dari 1360 jumlah rumah bantuan Baperlahu ini yang terdiri dari 960 bantuan rumah setimulan yang diperuntuhkan untuk Masyarakat yang Berpengasilan Rendah (MBR), yang tinggal di rumah yang tidak layak huni yang akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 juta per rumah, kemudian untuk 400 rumah bantuan yang di peruntukan masyarakat yang jompo atau distabilitas yang mendapatkan bantuan sebesar Rp.32 juta per rumah.

Untuk program di tahun 2017 untuk rumah yang mendapatkan bantuan sudah mulai di bangun, “untuk sebagian sudah selesai walaupun masih banyak yang belum selesai dalam pembangunan rumah tersebut. di karenakan Itu sifat nya Bantuan Langsung ke Masyarakat (BLM) yang melalui tranfer, dalam teransfer ini akan melalui Kelompok Peneriama Bantuan (KPB). Kelompok penerima bantuan ini akan melakukan transfer sesuai dengan penerimaan barang dari toko yang di tujuk oleh masyarakat, dan tidak transfer ke masyarakat, karna sistem bantuannya bukan berbentuk uang melainkan berbentuk matrial, dikarnakan menghindari ada nya pungli atau kaseback dan pengurangan dana.” Jelas Andre.

Pemerintah daerah kabupaten mesuji sendiri sudah mempunyai Data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan selalu mengecek usulan dari masyarakat yang mengusulkan bantuan Baperlahu ini. Dan untuk perhatian kepada masyarakat yang ingin mengajukan bantuan Baperlahu ini sendiri harus mengusulan per syaratannya kepada dinas perumahan dan permukiman.

Karna Pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kemudian akan mengecek masuk atau tidak yang mengusulkan dalam data (MBR) yang ada, Setelah itu akan dicek pesaratanya seperti Foto copy KTP Dan Kartu Keluarga, bukti kepemilikan tanah, surat peryataan bawasannya rumah yg di bangun tidak akan di jual atau di gadaikan selama 5 tahun.

untuk rumah sistimulan sendiri masih ada persyaratan lain yang harus di lakukan. “rumah sistimulan sendiri ada tambahan persyaratan, harus mempunyai tabungan matrial atau tabungan dana. Karna pada saat mendapatkan bantuan Rp.15 juta ini, Rumah harus langusung selesai, tidak boleh bertahap, rumah harus langsung jadi.” Katanya.

Jumlah rumah yang tidak layak huni di kabupaten mesuji ini sendiri setiap saat akan berubah, Untuk data resmi yang dimiliki pemerintah mesuji ada 11 ribu lebih rumah yang tidak layak huni, karna jumlah ini terus bergerak dan meningkat,  pemeruntah mesuji medata ulang hampir mencapai 15 ribu lebih rumah yang tidak layak huni.

“Peningkatan ini sendiri terjadi dikarnakan beakclok atau satu rumah di huni beberapa keluarga, jadi di saat ada salah satu keluarga yang pisah dari orang tuanya dan mempunyai rumah sendiri dan rumah nya tidak layak huni. Ini yang membuat peningkatan jumlah rumah yang tidak layak huni.” Jelasnya.

Harapan kami selaku pemerintah daerah, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman kabupaten mesuji berharap ada perhatian lebih dari pemerintah pusat, “karna program Baperlahu sendiri menginduk dari program Bantuan Stimulan Perumahan Rakyat (BSPS) yang di lakukan pemerintah pusat, untuk 2017 program BSPS pemerintah pusat berjumlah 504 rumah, sedangkan di tahun 2018 menurut menjadi 440 rumah, harapan kami untuk  pemerintah pusat program BSPS agar dapat di tingkatkan kembali, karna kami melalui penggunaan APBD daerah sendiri akan sedikit demi sedikit mengurangi rumah yang tidak layak huni yang ada di kabupaten mesuji, dan berharap juga mekanismenya juga semakin di perketat sehingga terhindar dari pungli atau sejenisnya,” ucap Andre. (N9)

1,154 kali dilihat, 18 kali dilihat hari ini

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan