Sitename

Description your site...

ADAT BUDAYA DALAM KERATON, TOLAK UKUR JATI DIRI BANGSA INDONESIA MENCAPAI INDONESIA RAYA

ADAT BUDAYA DALAM  KERATON, TOLAK UKUR JATI DIRI BANGSA INDONESIA MENCAPAI INDONESIA RAYA

Nenemonews, Balam (Lampung) – Keluhuran Adat budaya dan keberagaman hidup beragama dalam Keraton menjadi tolak ukur jati diri Bangsa Indonesia untuk mencapai Indonesia raya .

Sebagai mana kita ketahui bersama Bangsa Indonesia yang besar baik dari segi luas Wilayah dan jumlah penduduk, juga dari sisi lain beragamnya Adat dan Budaya dalam Keraton/Kedaton/Bala Lampoa/Lamban/Nuwo atau sebutan lainnya yg menjadi salah satu pegangan dan pedoman dalam kehidupan sehari hari Masyarakatnya, selain Agama yang sangat beragam.

Beragamnya Agama dan Adat Budaya tersebut merupakan Khazanah Kekayaan Bangsa yg merupakan Anugerah Allah Yang Maha Kuasa/ Tuhan Yang Maha Esa, yang memperkaya dan merupakan sumber ilmu bagi semua Insan anak Bangsa Indonesia yang seharusnya Disyukuri oleh kita Semua, sehingga menjadi modal yang kuat untuk pengembangan Jati Diri Bangsa Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut diatas terlihat dengan jelas bahwa Anugerah Alloh Yang Maha Esa, kepada Bangsa Indonesia sangatlah besar yang merupakan Modal Dasar Pembangunan Bangsa Indonesia sesuai dengan tujuan Proklamasi Kemerdekaan untuk mencapai Masyarakat Yang Adil dan Makmur sesuai dengan Alines ke 4 Pembukaan UUD 45.

Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang di ikrarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 , bertepatan dengan Hari Jum’at tanggal 9 bulan Romadhon tahun 1367 H,
Bila kita Melihat dan mengkaji makna tersyirat dari Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tersebut tentulah mempunyai Makna yang sangat Dalam, antara lain:
Pada Hari Jum’at adalah Hari Yang Mulia/ Penghulu segala hari antara lain Karena pada Hari Jum’at semua ummat Islam diperintahkan untuk melaksanakan Sholat Jum’at disamping Sholat Lima waktu dan sholat2 Sunnah lainnya.

Kewajiban tersebut tentu mempunyai makna tersyirat yang sangat dalam bagi ummat Islam yang memperhatikannya,
Selanjutnya tanggal 9, merupakan angka yang paling tinggi dan anggka terakhir dalam bilangan serta Bulan Romadhon merupakan juga bulan ke 9 Hijriah dan bulan yg paling mulia dan di wajibkannya semua Islam melaksanakan Ibadah Puasa Wajib satu bulan penuh pada bulan Syahru Romadhon atau Syahrulloh.

Semua hal dimaksud merupakan Lambang yang menggambarkan begitu besar Makna yang tersyurat dan tersyirat dalam terjadinya Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang merupakan Landasan pijak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI), dilandasi UUD’45, Panca Sila dan Burung Garuda sebagai lambangnya.

Sebagai Ummat yang mempunyai Landasan Agama yang Kuat tentulah segenap Warga Bangsa Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang di Lambangkan dengan saat terjadinya tersebut diatas , Merupakan ANUGERAH ALLOH YANG MAHA KUASA / TUHAN YANG MAHA ESA,
Kewajiban kita sebagai UMMATNYA setiap Menerima Anugerah Alloh Yang Maha Esa tentunya HARUS MENSYUKURI NIKMAT TERSEBUT.
Allah Bersabda ” Barang Siapa Yang Ber Syukur, Niscaya akan Saya Tambah dan Barang Siapa Yang Kufur SiksaKu sangat Pedih”

Kita sebagai Anak Bangsa Sudahkah Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia,
Implementasi rasa Syukur tersebut harus tercermin dalam kehidupan se hari-hari, disemua Bidang Profesi baik sebagai Professor, Doktor, Ahli2 Lainnya, terlebih dalam pengelolaan pelayanan umum masyarakat seperti pendidikan, kesehatan,
Selanjutnya rasa Syukur tersebut harus juga dilandasi rasa Cinta Tanah Air Bagian Dari Iman/ Hubbul Wathon Minal Iman, sehingga peri kehidupan Anak Bangsa disetia bidang profesi menunjukkan Rasa Hati Yang Dalam tentang Cinta Tanah Air Indonesia.

Dengan demikian Rasa malu lebih besar untuk melakukan suatu tindakan dan kegiatan apapun yang melanggar Ketentuan Undang untang Negara dan Agama tidak dapat dia lakukan karena Malu terhadap DIRI SENDIRI, karena MENZHOLIMI DIRINYA SENDIRI,

Sehingga Pembangunan Bangsa Indonesia akan berjalan sesuai Tujuan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang telah ditetapkan,
Reformasi Mental yang dicanangkan Presiden merupakan suatu hal yang baik yang diarahkan untuk meng Implementasi pesan Moral dalam Lagu Indonesia Raya ” BANGUNLAH JIWANYA BANGUNLAH BADANNYA UNTUK INDONESUA RAYA.

Membangun Jiwanya dalam Reformasi Mental harus Dilandasi Oleh Landasan Agama baik secara Syariat maupun Hakekatnya , juga melalui Adat Budaya yang dikembangkan dan Dimajukan karena dalam Adat Budaya terdapat Nilai Syariat dan Hakekat Agama Islam yang Dalam, Maju Keraton dan Masyarakat Adat Indonesia untuk memahami dan mengimplementasikan Nilai yang terkandung dalam Adat Budaya, serta dukungan Pemerintah dan semua pihak akan mempercepat Kembalinya JATI DIRI BANGSA dan Tercapainya INDONESIA RAYA. (rls Suttan Seghayo)

634 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan